Persembahan Hidup Tuntunan Ibadah Remaja 27 Desember 2020

Tahun Gerejawi : Minggu Setelah Natal
Tema :
Minggu Setelah Natal
Bacaan Alkitab : Matius 2: 1-12
Ayat Hafalan: Matius 2: 11b  – Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur
Lagu Tema : Kidung Ria 63Bapa Kupersembahkan Hidupku
Tujuan:

  •  Remaja dapat menjelaskan siapakah orang Majus dari timur.
  •  Remaja dapat menyambut kedatangan Tuhan dengan mempersembahkan hidupnya.
  •  Remaja dapat menyebutkan alasan tidak bisa mempersembahkan hidup untuk Tuhan.

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Kisah tentang orang Majus dari Timur ini diceritakan dalam semua Injil. Dalam Injil Matius ini, orang majus dikenalkan sebagai orang dari Timur yang memiliki pengetahuan perbintangan. Bintang yang mereka lihat barangkali persentuhan planet Yupiter dan Saturnus. Bisa juga menunjuk pada Bilangan 24: 17 (bintang terbit dari Yakub) yang menghubungkan kelahiran Mesias dengan penampakan sebuah bintang.

Dalam menjawab petunjuk kurang sempurna yang diberikan melalui bintang, para Majus dari Timur itu datang untuk menyembah Yesus. Tetapi mereka perlu belajar dari Alkitab Yahudi bahwa Mesias harus lahir di Betlehem (ayat 5-6). Mereka pergi ke Betlehem dan menyembah bayi Yesus. Tiga macam persembahan yang diberikan oleh orang Majus menunjukkan kesungguhan mereka menyambut Yesus sebagai seorang Raja segala raja. Mengapa mereka membawa emas, kemenyan dan mur? Karena pada saat itu tiga barang ini masih jarang dan biasanya dipersembahkan untuk raja.

Emas melambangkan sebuah kedudukan seorang raja, sehingga sebagai simbol bahwa Yesus yang lahir ini sungguh Kristus Sang Raja segala raja. Kemenyan adalah wewangian yang harum pada saat itu. Dalam kitab Keluaran, Harun membakar kemenyan di altar sebagai persembahan yang harum bagi Tuhan. Sehingga kemenyan sebagai simbol Ketuhanan Yesus karena seperti yang disebutkan bahwa kemenyan sebagai persembahan untuk Tuhan. Sedangkan mur juga adalah wewangian yang ada pada saat itu, berasal dari getah yang dikeraskan, sehingga rasanya pahit. Sehingga mur melambangkan cawan pahit yang harus diminum Yesus dalam penderitaan menebus dosa kita.

Pendahuluan

  1. Ajak remaja membaca Matius 2: 1-12!
  2. Minta mereka untuk mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut:
    1. Siapakah orang Majus dalam kisah tersebut?
    2. Bagaimana cara mereka menyambut kedatangan Tuhan Yesus?

Cerita
Orang Majus adalah orang-orang yang sangat mengakrabi alam melalui peristiwa alam terutama perbintangan. Intinya mereka bukan orang Israel. Pada saat itu mereka mengetahui bahwa ada Bintang Timur, yang lain daripada bintang lainnya, yang menurut pengetahuan mereka, bahwa Bintang tersebut tidak hanya menggambarkan kelahiran seorang bayi, tetapi Raja segala raja. Untuk itu mereka mencari dimana sumbernya. Dan usaha mereka untuk menemukan Bayi yang dilahirkan tersebut memakan waktu yang lama, diperkirakan sekitar dua tahun. Kalau mereka mudah menyerah, apalagi ragu dengan kemampuannya, lalu khawatir kalau hanya buang-buang waktu, pikiran dan tenaga, maka mereka tidak akan pernah bisa berjumpa dengan bayi Yesus.

Mereka terus mencari, bahkan juga belajar melalui kitab taurat dan nabi-nabi. Pada akhirnya pencarian mereka membuahkan hasil, yaitu ketika mereka dapat bertemu dengan bayi Yesus di Betlehem. Dengan penuh sukacita karena dapat menemukan bayi yang mereka maknai sebagai Raja segala raja, mereka pun mempersembahkan emas, kemenyan dan mur yang pada saat itu adalah barang-barang yang jarang dan berharga, serta biasanya untuk hadiah kepada raja.

Sama seperti orang Majus tadi bahwa dalam menyambut kedatangan Tuhan Yesus kita bisa mempersembahkan yang terbaik untuk Tuhan. Persembahan memang bisa berupa materi seperti yang dilakukan orang majus. Namun mereka tidak hanya mempersembahkan materi saja, tetapi juga mempersembahkan hidup dan segala kemampuan mereka untuk dapat memahami arti bintang yang mereka lihat dan menyambut kedatangan Raja segala raja.

Kita juga diajak untuk mempersembahkan hidup kita dalam menyambut kedatangan Tuhan Yesus, yaitu dengan segala kemampuan yang kita miliki. Bisa saja terkadang ada hal-hal yang menghambat kita seperti rasa malas, tidak percaya diri, ragu, khawatir dan sebagainya. Namun belajar dari orang Majus yang dengan kesungguhan hati mempersembahkan hidup dan segala kemampuannya, maka kita pasti juga bisa. Segala sesuatu yang kita lakukan, kita lakukan dengan baik dan untuk kebaikan banyak orang, maka itu dapat menjadi persembahan yang harum untuk Tuhan.

 Basa Jawa

Carita
Wong Majus iku wong sing akrab banget karo alam, apa maneh lumantar ilmu alam khususe bab lintang. Wong Majus iku dudu wong Israel. Nalika para Majus antuk kawruh bab Lintang Wetan ing langit sing ora padha karo lintang liyane, ing pemanggihe para Majus iku, yen ana Lintang sing terang banget, iku pratanda ana raja sing arep lair, lan iku dudu raja biasa. Mulane, para Majus padha pengen weruh panggenan raja iku bakal lair. Para Majus ngupaya banget supaya bisa metuki raja iku mau, sanajan mbutuhna wektu sing suwe, kira-kira sekitar 2 taun. Yen misale para Majus iku mau gampang nyerah, apa maneh ragu karo ilmu perbintangane, tur kuatir yen mung mbuang wektu, pikiran lan tenaga, ya wis bisa dipastekna yen para Majus ora bakal ketemu karo bayi Yesus.

Nanging para Majus ora gampang nyerah, malah-malah sinau bab Kitab Toret lan para nabi. Pungkasane, upaya sing wis dilakoni ana asile, yaiku bisa metuki bayi Yesus ing Betlehem. Saking bungahe para Majus banjur misungsung emas, kemenyan lan mur sing wis dicawisake saka ngomah kanggo Raja sing nembe wae lair. Emas, kemenyan lan mur kuwi barang-barang sing ora murah wekdal semana, lan biasane digawe hadiah kanggo raja.

Lumantar kisahe wong Majus iku, salah sijining cara kanggo nampa rawuhi Gusti yaiku lumantar pisungsung sing paling apik kagem Gusti. Pisungsung pancen bisa awujud materi kaya wong Majus mau. Nanging kudu digatekna yen wong majus ora mung misungsung materi, nanging uga misungsung uripe, yaiku kemampuane bisa mangerti bab lintang, misungsung tenaga lan wektune kanggo metuki raja sing nembe lair.

Ing jaman saiki, awake dhewe uga diajak misungsung gesang saben dina kanggo nampa rawuhe Gusti Yesus, yaitu nganggo sakanane kemampuan. Kabeh mesthine digawe kanggo sing becik lan bisa dadi sarana berkah kanggo wong liya. Tamtu, bisa banget bab-bab tartamtu dadi penghambat kanggo kita, kayata sikap males, ora PD, ragu, kuatir lan liya-liyane. Nanging neladani para Majus sing temen anggene misungsung gesang, mesthine awake dhewe bisa nglakoni sing pada. Kabeh sing dilakoni, muga-muga bisa dilakoni sing becik, tur kanggo kabecikane wong akeh. Sing ngunu iku yen dilakoni kanthi temen bisa dadi pisungsung kang arum kagem Gusti.

Aktivitas
Mengajak remaja untuk membuat daftar tindakan yang dapat menunjukkan sikap mereka mempersembahkan hidup untuk Tuhan dalam keseharian.

 

Bagikan Entri Ini:

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •