Tahun Gerejawi: Hari Persahabatan Internasional
Tema: Sahabat
Judul: Sahabat Bagi Jiwa
Bacaan: Roma 8:26-39
Ayat Hafalan: “Seorang sahabat mengasihi setiap waktu.” (Amsal 17:17a)
Lagu Tema: Roti dan Mentega
POV: Tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah, maka kita pun dipanggil untuk mengasihi orang lain dan menjadi sahabat bagi mereka (ay. 29).
Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Roma 8:26-39
Surat kepada jemaat di Roma ditulis sebelum Paulus dapat mengunjungi mereka. Surat ini bertujuan untuk mengenalkan ajaran-ajaran Kristus sebelum Paulus dapat hadir secara langsung dan menguatkan iman jemaat Kristen di Roma yang sedang mengalami penganiayaan. Mereka diingatkan bahwa seberat apa pun penderitaan yang harus dialami, tidak ada yang dapat memisahkan mereka dari kasih Allah. Oleh karena itu, mereka diharapkan terus bertahan di tengah penganiayaan yang dialami.
Dalam bagian bacaan kali ini, Paulus menyatakan bahwa seluruh makhluk berkeluh kesah saat menanti-nantikan anak Allah dinyatakan dan dimuliakan. Hal ini menandakan kelemahan kita sebagai manusia. Kelemahan itu salah satunya ditunjukkan dengan ketidakmampuan kita berdoa dengan sikap, kejujuran, dan isi doa yang tepat. Doa sering kali hanya berisi daftar panjang keinginan kita, bukan kebutuhan. Bahkan dalam doa, kita tidak melihat kebutuhan orang lain, lingkungan kita, dan kebutuhan makhluk di alam semesta ini. Sering kali doa juga dipenuhi dengan ketidakjujuran, kemunafikan, dan ketidakkudusan. Oleh karena itulah Roh Kudus berdoa untuk kita dengan keluhan-keluhan yang tidak terkatakan guna menutupi kekurangan doa-doa kita tersebut. Allah mengetahui maksud Roh itu dan Ia mengabulkannya; terkadang seperti harapan kita, tetapi tak jarang juga tidak selalu persis dengan apa yang menjadi harapan kita. Tetapi yang terpenting, Allah mengetahui yang terbaik bagi kehidupan kita. Oleh karena itu, sebenarnya Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.
Refleksi Pamong
Doa adalah napas hidup orang percaya. Hal ini berarti doa adalah kebutuhan penting sebagai sarana komunikasi dengan Allah, layaknya tubuh yang membutuhkan napas untuk bertahan hidup. Tanpa doa, kehidupan rohani akan mati atau kering, seperti halnya tubuh yang tidak bernapas. Doa bukanlah ritual belaka, melainkan percakapan sehari-hari untuk mengetahui kehendak Allah. Oleh karena itu, doa menjadi bagian penting dalam kehidupan orang percaya, termasuk anak remaja.
Akan tetapi, sering kali doa hanya menjadi suatu formalitas belaka, atau sekadar menjadi sarana menaikkan keinginan-keinginan pribadi kepada Allah. Kebutuhan sesama tak jarang terlupakan di dalam doa yang dinaikkan. Padahal, jawaban atas doa adalah bentuk kasih Allah kepada manusia. Oleh karena itu, saat remaja memiliki kepekaan untuk mendoakan teman, orang tua, pamong, gereja, atau bahkan orang-orang lainnya tanpa diminta atau disuruh, hal ini menjadi suatu bentuk keberanian remaja untuk mewujudkan kasih Allah kepada sesama.
Tujuan:
Setelah merenungkan makna teks Roma 8:31-39, remaja mampu menyimpulkan hubungan antara rasa aman dalam kasih Allah dengan keberanian untuk menjadi sahabat bagi orang yang terpinggirkan secara logis dan runut.
BAHASA INDONESIA
Pendahuluan
Sharing “Sahabat Bagi Jiwa”
- Bagi remaja berpasangan, jika memungkinkan pasangan dicari yang dekat dengan mereka.
- Para remaja dipersilakan saling bercerita. Peraturannya, pasangan hanya mendengarkan apa yang diceritakan oleh temannya tanpa mengintervensi, menjawab, atau menyalahkan.
- Para remaja dipersilakan untuk saling bercerita tentang pergumulan yang dihadapi dalam seminggu ini. Bisa berupa tugas sekolah yang menumpuk, kesulitan membagi waktu, insecure, merasa tidak dihargai, dll.
- Setelah selesai bercerita, anak-anak dipersilakan mendoakan pasangan ceritanya. Mendoakan pergumulan yang dihadapi dan memohon kekuatan untuk menghadapi pergumulan tersebut.
Cerita dan Penerapan
Adik-adik, bagaimana rasanya setelah bisa menceritakan pergumulan yang dihadapi minggu ini? Lebih lega, bukan? Dengan bercerita, adik-adik diingatkan bahwa kita sebenarnya tidak sendirian dalam menghadapi berbagai pergumulan atau tantangan dalam kehidupan remaja. Ada teman, sahabat yang akan mendukung dan mendoakan agar adik-adik merasa kuat. Tetapi bagaimana jika pergumulan itu datang di saat teman atau sahabat tidak ada di dekat kita? Kepada siapa adik-adik akan bercerita?
Adik-adik, kita punya Tuhan Yesus yang mau mendengarkan setiap cerita, pergumulan, dan keluh kesah kita. Tetapi kan Tuhan Yesus jauh ya, tidak kelihatan, lalu bagaimana Ia akan menjawab pergumulan adik-adik? Dalam Roma 8:31-39, kita diingatkan bahwa ada Roh Kudus yang diutus oleh Tuhan Yesus untuk menemani adik-adik. Roh Kudus hadir membantu kelemahan kita; Ia adalah sahabat yang berbisik untuk kita. Roh Kudus berdoa untuk adik-adik dengan keluhan yang bahkan tidak bisa dikatakan kepada siapa pun, bahkan kepada Tuhan Yesus sendiri—keluhan yang mungkin ingin kita tutupi. Roh Kudus menjadi sahabat adik-adik, mengerti isi hati kita, dan memberi kekuatan saat kita sudah tidak mampu lagi berkata-kata. Oleh karena itu, Paulus mengingatkan bahwa tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah, karena Roh Kudus sendiri yang diutus Yesus untuk menjadi sahabat adik-adik.
Refleksi
Oleh karena itu, jika adik-adik merasa sendirian di saat ada pergumulan dan tidak ada teman atau sahabat di dekat adik-adik, ingatlah bahwa Roh Kudus menjadi sahabat kita. Jangan malu untuk bercerita atau mengobrol dengan Roh Kudus, karena Dialah yang akan membantu kita menyampaikan setiap pergumulan kita dalam doa.
Lalu, setelah adik-adik memiliki Roh Kudus sebagai sahabat yang menolong di saat ada pergumulan atau tantangan, apa yang sekarang harus dilakukan oleh adik-adik? Kita harus mau menjadi seperti Roh Kudus: menjadi sahabat bagi teman yang lain, mendengarkan pergumulan mereka, dan mendengarkan kisah hidup mereka yang berat tanpa menghakimi. Seperti Roh Kudus juga tidak menghakimi kebuntuan kita. Menjadi sahabat bukan berarti harus selalu punya solusi jitu; bisa jadi teman kita hanya butuh kehadiran kita untuk mendengar ceritanya atau menemaninya menangis. Jadilah pendengar yang baik, lalu doakan mereka. Seperti halnya Roh Kudus yang mendoakan kita sahabatnya, agar teman kita pun selalu dikuatkan menghadapi pergumulannya. Ingatlah bahwa sahabat sejati tidak hanya datang di saat senang, tetapi juga menemani di saat kesusahan.
Aktivitas
- Bagikan kertas dan amplop kepada masing-masing anak remaja, boleh 1 atau lebih.
- Ajaklah anak remaja untuk menuliskan satu nama teman yang sedang mengalami kesulitan (apa pun bentuk kesulitannya). Bisa dipilih teman yang hadir di ibadah remaja minggu ini, teman yang tidak hadir, atau juga teman yang sudah lama tidak hadir dalam ibadah remaja. Mintalah mereka menuliskan satu kalimat penguatan bagi temannya tersebut. Tidak perlu dituliskan dari siapa kata penguatan tersebut, cukup dituliskan kepada siapa surat itu ditujukan.
- Setelah selesai, kata penguatan tersebut dimasukkan ke dalam amplop tertutup. Di bagian luar amplop dituliskan nama penerimanya.
- Amplop tersebut dikumpulkan kepada pamong.
- Pamong akan membagikan amplop itu kepada nama-nama yang tertulis. Jika ada yang tidak hadir dalam ibadah remaja, anak remaja dapat merencanakan untuk mengunjunginya sambil mengantarkan amplop penguatan tersebut.
- Amplop penguatan yang dituliskan secara personal dan rahasia akan menjadi kekuatan bagi teman yang lain untuk terus berproses di tengah kesulitan yang dihadapi.
BAHASA JAWA
Pendahuluan
Sharing “Sahabat Bagi Jiwa”
- Remaja dibagi dadi pasangan-pasangan. Menawa bisa, digolekake pasangan sing celak (cedhak) karo piyambake.
- Remaja diutus crita ganti-gantian. Aturane, pasangan mung oleh ngrungokake apa kang dicritakake dening remaja pasangane. Ora perlu intervensi, njawab, utawa nyalahake.
- Sing dicritakake bab pergumulan kang diadhepi seminggu iki. Bisa arupa tugas sekolah kang numpuk, ora bisa bagi wektu, insecure, ora diregani, lsp.
- Sawuse rampung crita, kautus ndedonga kanggo pasangan critane. Ndedonga kanggo pergumulan kang diadhepi lan nyuwun supaya diparingi kakuwatan murih bisa ngadhepi pergumulan kuwi.
Cerita dan Penerapan
Adhik-adhik, kepiye rasane bisa crita bab pergumulan kang diadhepi minggu iki? Luwih lega ta? Kanthi crita, adhik-adhik dielingake menawa ora dhewekan ngadhepi pergumulan utawa tantangan ana ing urip iki. Ana kanca, sahabat sing bakalan ngancani lan ndedonga supaya adhik-adhik bisa krasa kuwat. Ananging kepiye nalika nampa pergumulan, nanging ora ana kanca utawa sahabat ing celake adhik-adhik, kamangka adhik-adhik pengin crita?
Adhik-adhik, awake dhewe duwe Gusti Yesus sing gelem ngrungokake apa wae critane awake dhewe, pergumulan, tantangan, lsp. Ananging Gusti Yesus kana adoh, ora ketok, kepiye carane Gusti Yesus bakalan njawab pergumulane awake dhewe? Ana ing Rum 8:31-39, awake dhewe dielingake menawa ana Roh Suci kang diutus Gusti Yesus kanggo ngancani adhik-adhik. Roh Suci rawuh, nulungi ana ing kekurangane awake dhewe. Roh Suci bakalan dadi sahabat kang ndedonga kanggo kita kanthi keluhan kang ora bisa diucapake. Roh Suci bakal dadi sahabat adhik-adhik lan ngerteni apa kang dirasakake sarta maringi kakuwatan nalika awake dhewe wis ora bisa ngomong lan ngucapake apa-apa. Paulus uga ngelingake bilih ora ana kang bisa misahake awake dhewe saka katresnane Gusti Allah, karana Roh Suci dhewe kang diutus Yesus dadi sahabat kanggo adhik-adhik.
Refleksi
Menawa adhik-adhik ngrasa dhewekan nalika ngadhepi pergumulan, ora nduweni kanca utawa sahabat ing sacelake adhik-adhik. Elinga menawa Roh Suci tansah dadi sahabate awake dhewe. Ojo isin crita utawa ngobrol karo Roh Suci, karana piyambake kang mbiyantu lan ngaturake apa wae kang dadi pergumulane awake dhewe lantaran pandonga.
Sabanjure awake dhewe nduweni Roh Suci kang dadi sahabat, apa kang kudu dilakoni? Awake dhewe kudu gelem dadi kaya Roh Suci. Dadi sahabat kanggone kanca liyane, ngrungokake pergumulane, kisah uripe kang abot tanpa ngakimi. Kaya Roh Suci ya ora tau ngakimi nalika awake dhewe ngrasakake buntu. Dadi sahabat ora kudu duwe solusi sing apik banget. Bisa wae kanca kuwi namung butuh awake dhewe ana kanggo ngrungokake critane lan ngancani nangis. Payo gelem ngrungokake kanthi apik, banjur didongakake. Kaya Roh Suci kang wus ndedonga kanggo awake dhewe, sahabate, kaya ngono uga kita lakoni supaya kancane dhewe dikuwatake ngadhepi pergumulan. Sahabat sejati ora mung teka pas seneng, ananging uga ngancani nalika susah.
Aktivitas
- Remaja dibagi kertas lan amplop, bisa 1 utawa luwih.
- Remaja kautus nulis salah siji jeneng kancane kang ngalami kasusahan. Bisa kanca sing teka ibadah, sing ora teka ibadah, utawa sing wis suwe banget ora tau teka ibadah. Banjur nulis kalimat penguatan kanggo kanca kuwi mau. Ora perlu ditulis saka sapa, amung ditulis kanggo sapa.
- Sawuse rampung, tembung penguatan kuwi mau dilebokake amplop. Ana ing amplope ditulisi ditujokake kanggo sapa.
- Banjur amplop dikumpulake marang pamong.
- Pamong mbagi amplop kanggo jeneng-jeneng kang katulis. Menawa ana sing ora teka ibadah, anak remaja diajak ngrencanakake kunjungan sinambi ngeterake amplop penguatan.
- Amplop penguatan kang katulis personal lan rahasia bakal dadi kakuwatan kanggo kanca kang nampa supaya terus berproses ana ing satengahe kasusahan kang diadhepi.