Memberitakan Firman Tuhan Kepada Keluarga Tuntunan Ibadah Remaja 25 September 2022

Tahun Gerejawi: Bulan Kitab Suci
Tema: Sikap: Melakukan/ Bersaksi

Bacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 8:4-25
Ayat Hafalan: ”Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” (Markus 16:15)

Lagu Tema: Kita Harus Membawa Berita (KJ.46:1,4)

Tujuan:

  1. Remaja dapat menunjukkan sikap Simon setelah mendengarkan pemberitaan Injil oleh Filipus.
  2. Remaja menyebutkan hambatan-hambatan untuk memberitakan Injil kepada keluarga dan teman.

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Filipus mulanya adalah seorang diaken yang dipilih dan ditahbiskan sebagai diaken yang baik, sehingga memiliki kedudukan dan dapat bersaksi dengan leluasa. Hingga akhirnya Filipus diangkat menjadi penginjil yang diwajibkan memberi diri mendengar firman dan berdoa. Akhirnya Filipus memilih untuk mengabarkan Injil ke Samaria atau “bangsa campur” yang dibenci. Hal ini karena orang Samaria dianggap sebagai bukan keturunan murni Yahudi. Tetapi Filipus diberikan karunia oleh Allah untuk menyampaikan pewartaan dengan tanda-tanda, terutama pengusiran roh jahat dan penyembuhan orang lumpuh. Penyembuhan inilah yang akhirnya mempertemukan Filipus dengan Simon seorang tukang sihir. Dalam tradisi Kristen, Simon terkenal sebagai kepala sebuah sekte yang menggabungkan unsur-unsur Kristen dan kafir yang kemudian menjadi saingan kekristenan. Simon juga seringkali menyembuhkan orang, tetapi ia memusatkan kemampuan/perhatian kepada diri sendiri dan bukan kepada Allah.

Uniknya, Simon juga mengaku percaya dan dibaptis bersama dengan orang-orang Samaria lainnya. Hingga berita tentang orang Samaria menerima firman Allah, telah sampai ke Yerusalem. Yang membuat rasul Petrus dan Yohanes juga pergi ke Samaria untuk berdoa supaya beroleh Roh Kudus. Dan benar setelah berdoa dan menumpangkan tangan, Roh Kudus hadir bersama-sama dengan mereka. Tetapi Simon justru ingin membeli kuasa tersebut, tindakan yang dilakukan Simon tentu perbuatan salah, sehingga Petrus dan Yohanes menyuruhnya untuk segera bertobat.

Pendahuluan

  1. Pamong bertanya kepada remaja; “pernahkah kalian menyampaikan firman Tuhan kepada keluarga atau teman? (Ajak remaja untuk sharing sebentar tentang pengalaman mereka.)
  2. Pamong mengajak remaja membaca Kisah Para Rasul 8: 4-25 secara bergantian.

Cerita – Bahasa Indonesia
Remaja yang dikasihi Tuhan, ada seorang anak remaja bernama Dio yang sangat aktif sekali setiap Minggu untuk berangkat ke gereja. Ia memiliki kebiasaan yang baik, bahwa setelah pulang mengikuti sekolah Minggu, ia selalu menceritakan isi firman yang ia peroleh kepada orangtuanya di rumah. Hal itu ia lakukan dari kecil, hingga beranjak remajapun ia tetap melakukan kebiasaanya untuk menceritakan isi firman yang ia dapat kepada kedua orangtuanya.

Remaja yang terkasih, bacaan kita pagi ini juga tentang memberitakan Firman Tuhan yang dilakukan oleh Filipus yang adalah seorang penginjil. Ia pergi mengabarkan Injil kepada orang-orang di Samaria, meskipun banyak orang tidak mau atau membenci keberadaan orang Samaria karena dianggap bukan keturunan murni Yahudi. Tetapi bagi Filipus ia harus memberitakan tentang Injil Tuhan dimanapun tempatnya, salah satunya adalah Samaria. Dalam memberitakan Firman Tuhan juga dibarengi dengan tanda-tanda, yakni dapat mengusir roh jahat dan menyembuhkan orang lumpuh, yang ia peroleh dari Tuhan. Berkat dari giatnya dalam mengabarkan firman ini, hingga akhirnya banyak orang Samaria yang percaya kepada Kristus dan mau dibaptis. Kabar ini akhirnya sampai didengar oleh Simon si tukang sihir, karena ia juga dapat menyembuhkan orang yang sakit lumpuh, tetapi dengan menyombongkan kekuatannya sendiri. Uniknya Simon ternyata juga mau percaya dan dibaptis oleh Filipus. Tetapi ketika para rasul (Petrus dan Yohanes) datang ke Samaria untuk berdoa memohonkan turunnya Roh Kudus, Simon justru ingin membelikekuasaan itu. Hingga akhirnya Simon disuruh mengakui kesalahan dan bertobat karena mengira dapat membeli karunia Allah dengan uang.

Sahabat remaja yang terkasih, jika kita melihat ulang bacaan di atas yang menjadi fokus adalah tentang pewartaan yang dilakukan Filipus yang sungguh memberikan dampak yang luar biasa. Banyak orang yang akhirnya percaya kepada Kristus dan mau dibaptis, termasuk Simon seorang tukang sihir. Sekalipun dikatakan Simon masih ingin memiliki kuasa untuk menurunkan Roh Kudus, seperti yang dilakukan Petrus dan Yohanes, sehingga Simon diperintahkan untuk bertobat. Tetapi pada akhirnya Simon merasa takut, ia percaya kepada Tuhan dan memintakan supaya tidak terjadi apapun kepadanya(ayat 24). Semua orang Samaria (termasuk Simon) akhirnya dapat mengaku percaya kepada Kristus dan dibaptis, tentu semua karena keberanian dan kesungguhan Filipus yang mau mewartakan Injil Tuhan dimanapun dan kapanpun. Filipus yakin bahwa Tuhanlah pasti yang akan memampukan dan menguatkan niat baiknya. Oleh sebab itu, sahabat remaja mari kita juga bersama-sama mewartakan Injil Tuhan yang dimulai dari orang terdekat kita yakni keluarga terlebih dahulu, baru kemudian kita wartakan kepada semua orang di sekitar kita. Ketika kita mewartakan Injil tidak perlu takut atau malu, percaya selama ada kemauan dan kesungguhan Tuhan akan memampukan kita semua.

CaritaBasa Jawi
Remaja sing ditresnani Gusti, ana remaja jenenge Dio sregep banget dina Minggu budhal menyang greja. Dio duwe kebiasaan sing apik, yaiku saben mulih tekan greja nyeritakake sabdaning Gusti marang wong tuwane ning omah. Kebiasaan Dio iku ditindake wit cilik nganti remaja, yaiku nyeritakake Sabdaning Gusti marang wong tuwane.

Remaja kinasih, wacanan kita ing isuk iki uga bab wartake sabdaning Gusti sing ditindakake Filipus si penginjil. Filipus waktakake Injil marang wong-wong Samaria senadyan kabeh wong pada ora gelem tur gething marang wong Samaria karana dianggep dudu wong Yahudi murni. Nanging Filipus tetep wartakake Injil marang sapa wae, salah sijine yaiku wong Samaria. Filipus maringi tanda-tanda, yaiku isa ngusir roh alus lan marasake wong lumpuh. Amarga saka iku akeh wong Samaria pracaya marang Gusti Yesus lan purun dibaptis. Bab iki keprungu dening Simon tukang sihir, amarga Simon uga duwe kekuatan marasake wong lumpuh. Nanging Simon marasake ora nganggo kekuatan Gusti Allah nanging kekuatan Simon dewe. Nanging nyatane Simon uga purun dibaptis lan pracaya marang Gusti. Banjur rasul Petrus lan Yokanan rawuh ning Samaria, ndedonga nyuwun
Roh Kudus, Simon malah kepingin tumbas daya punika. Simon diutus ngakeni salah lan mratobat amarga kepingin nuku kanugrahan Gusti Allah nganggo duwit.

Sahabat remaja kinasih, yen kita deleng maneh babagan ing nduwur, sing dadi fokus utama yaiku pawartos sing ditindaake Filipus maringi dampak sing apik banget. Akeh wong sing akhire pracaya marang Kristus lan purun dibaptis, salah sijine Simon si tukang sihir. Senadyan Simon isih kepingin nduwe daya saka Roh Kudus kaya dene Petrus lan Yokanan, saka iku Simon kudu mratobat. Nanging akhire Simon ngrasa ajrih lan pracaya marang Gusti lan nyuwun ora bakal kedaden apa-apa ning uripe (ayat 24). Kabeh wong Samaria (Simon uga) dadi pracaya marang Kristus lan gelem dibaptis, iku kabeh tamtu amarga Filipus karsa wartaake Injil marang kabeh wong lan kabeh panggonan. Filipus pracaya yen Gusti tansah berkahi, maringi daya lan kemampuan marang Filipus. Kanca Remaja kinasih, mangga kita bebarengan wartaake Injil Gusti marang brayat, lajeng para kanca. Mboten usah wedi lan isin, ayo pracaya yen kita purun, Gusti mesti nuntun kita.

Aktivitas
Temukan teka-teki dibawah ini (ajakan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan).
Kata pertama yang ditemukan remaja, diharapkan mengajak anggota keluarga melakukan bersama di rumah.

 

Bagikan Entri Ini: