Tahun Gerejawi: Pra Paskah 3
Tema: Setia
Judul: Masih Setiakah Aku?
Bacaan: Matius 26: 47-56
Ayat Hafalan: “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar”. (Lukas 16:10)
Lagu Tema: “Tetap Setia”
Tujuan:
- Remaja dapat menyebutkan alasan Yudas mengkhianati Yesus.
- Remaja dapat menyebutkan contoh-contoh sikap mengkhianati yang pernah dilakukan.
- Remaja dapat menyebutkan contoh sikap kesetiaan yang pernah dilakukan.
Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Perikop ini mengandung narasi tentang kronologi awal penangkapan Tuhan Yesus. Inilah awal jalan sengsara yang harus dilalui oleh Tuhan Yesus dalam rangka penyelamatan dunia dari dosa. Peristiwa penangkapan tersebut terjadi di taman Getsemani, sebuah tempat yang sering dipakai berkumpul oleh Tuhan Yesus bersama dengan para murid-Nya. Tak heran jika Yudas mengetahui tempat tersebut. Dapat dipastikan bahwa Yudas-pun sudah sangat sering ikut dan diajak oleh Tuhan Yesus untuk datang ke tempat tersebut.
Menarik untuk kita perhatikan bahwa sebenarnya serombong orang yang diutus oleh imam-imam kepala untuk menangkap Tuhan Yesus, tidak mengetahui pasti sosok Tuhan Yesus. Sehingga Yudas perlu untuk menujukkan kepada mereka yang mana di antara orang-orang disana yang bernama Yesus. Maka, jelas sekali bahwa Yudas menjadi pemeran utama penangkapan Tuhan Yesus. Hal itulah yang pada akhirnya melekatkan gelar “sang pengkhianat” pada diri Yudas Iskariot. Sikap yang tidak setia ditunjukkan oleh salah seorang murid Tuhan Yesus.
Di sisi lain, ada pula murid yang berani menunjukkan kesetiaan-Nya dengan cara melawan orang-orang tersebut. Murid tersebut adalah Simon Petrus (lih. Yoh 18:10). Ia mencoba melawan orang-orang yang menangkap Tuhan Yesus dengan cara menghunuskan pedangnya. Akan tetapi, hanya mampu melukai sebatas memotong telinganya. Hal ini menunjukkan bahwa para murid Tuhan Yesus bukanlah orang-orang yang ahli dalam seni berperang. Sejauh menggunakan pedang saja tidak dapat menggunakannya dengan baik sebagaimana prajurit-prajurit perang yang terlatih. Hal ini cukup dapat menguatkan bahwa masih ada murid Tuhan Yesus yang setia dan berani untuk membela-Nya. Meskipun pada akhirnya, para murid meninggalkan Tuhan Yesus dan melarikan diri.
Pendahuluan:
- Ajak remaja membuka Alkitab Matius 26: 47-56 kemudian ajak membaca secara bersama-sama (ayat ganjil dibaca laki-laki sedangkan ayat genap dibaca perempuan).
- Pamong dapat membagi selembar kertas ke semua remaja, kemudian remaja dapat menuliskan di satu sisi dengan tulisan “SETIA” dan disisi baliknya “BERKHIANAT”Aturan permainannya adalah :
- Pamong akan memberikan pernyataan/clue.
- Remaja dapat mengangkat kertasnya jika itu termasuk setia atau berkhianat menurut dengan jawaban remaja masing”.
- Contoh Pernyataan/Clue:
- Mementingkan beribadah daripada hal yang lain
- Menepati janji
- Membicarakan keburukan teman kepada orang lain
- Membicarakan kebaikan teman kepada orang lain
- Contoh Pernyataan/Clue:
Cerita:
Halo teman-teman remaja yang terkasih di dalam Tuhan! Tentu kita semua pernah mendengar kata setia, kira-kira apa sih sebenarnya arti dari kata setia? (beri waktu remaja untuk menjawab)
Menurut KBBI setia adalah tetap dan teguh hati, atau berpegang teguh pada janji, pendirian dan sebagainya. Nah, renungan kita saat ini berjudul “Masih setiakah aku?”. Satu tema yang sangat menarik untuk kita renungkan bersama.
Teman-teman remaja yang terkasih, salah satu karakter yang tidak mudah ditemukan di dalam diri manusia adalah kesetiaanya. Jarang sekali orang mau setia ketika apa yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Begitu juga di dalam kita mengikut Tuhan, sering sekali kita tidak setia, sering kali hati kita mudah berubah. Misalkan saja di dalam persekutuan remaja yang telah kita bangun saat ini, jika ada teman yang bolo-boloan, masih setiakah kita untuk tetap datang dalam ibadah jika mungkin ada yang tidak mau berteman dengan kita?
Nah berbicara tentang kesetiaan, bacaan kita saat ini, menceritakan bahwa ada salah satu murid Tuhan Yesus yang berkhianat atau tidak setia. Ia adalah Yudas. Yudas secara jelas disebut sebagai salah seorang dari kedua belas murid Tuhan Yesus. Tetapi saat itu Yudas tidak bersama-sama dengan Yesus dan para murid lainnya. Padahal Yudas mendapat kepercayaan yang sangat istimewa yaitu sebagai seorang pemegang kas (bendahara). Yudas justru bersama-sama dengan pasukan yang membawa pedang dan pentung. Yudas memuluskan persekongkolan Imam Kepala dan tua-tua Yahudi. Yudas lebih mengasihi uang dibanding mengasihi Allah. Dia tidak menerima dan memusatkan perhatian kepada petunjuk dan pengajaran Gurunya. Akan tetapi selangkah demi selangkah, dia memisahkan diri dari Yesus dan hatinya secara bertahap menjadi keras.
Teman-teman remaja yang terkasih, kisah penangkapan Yesus menjadi koreksi bagi kita bersama. Apakah kita mau tetap setia atau berkhianat seperti Yudas? Jika di dalam kehidupan yang kita jalani tidak sesuai dengan yang menjadi keinginan kita. Masihkah kita setia dengan teman kita meskipun dia pernah melukai hati kita? Apakah kita tetap setia datang beribadah kepada Tuhan meski setiap permohonan kita belum terjawab? Masihkah kita tetap menunjukkan kesetiaan kepada kehendak Tuhan dalam situasi apapun yang kita alami? (beri waktu remaja untuk merenung dan menjawab dalam hati).
Mari kita selalu mengingat bahwa untuk meraih segala sesuatu yang kita inginkan—entah itu cita-cita atau harapan—dibutuhkan sebuah kesetiaan. Selamat merenungkan arti kata setia dan selamat menjadi anak-anak Tuhan yang tetap setia di dalam segala hal. Tuhan memberkati. Amin
Aktivitas
Ajak remaja berdoa, hantar remaja untuk berdoa secara pribadi dan memohon ampun atas ketidak-setiaan yang mungkin saat ini dilakukan.