Tahun Liturgi: Paskah VI
Tema: Mengasihi Allah berarti Melakukan Perintah-Nya
Judul: Bukan Hanya Kata
Bacaan: Yohanes 14: 15-21
Ayat Hafalan: “Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Matius 25: 40)
Lagu: Aku Mengasihi Engkau Yesus
Tujuan:
- Remaja dapat mencontohkan satu tindakan konkret dari perintah Tuhan dalam kehidupan sehari-hari (contoh membantu orang tua atau mengucapkan terima kasih).
- Remaja dapat menilai diri sendiri apakah tindakan mereka mencerminkan kasih kepada Tuhan, serta dapat menguraikan penilaian tersebut.
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Allah menyatakan diri-Nya di dalam Tuhan Yesus melalui banyak mukjizat. Namun, tanda-tanda ke-Ilahian yang ditunjukkan Tuhan Yesus itu tidak serta-merta membuat pengikut-Nya percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah. Melalui ajaran-ajaran-Nya, Tuhan Yesus terus memberitakan tentang bagaimana sesungguhnya Bapa dan Anak adalah Satu. “Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya” (Yohanes 14: 10).
Tuhan Yesus memberikan banyak pesan kepada para murid dan pengikut-Nya sebelum tiba waktu kematian-Nya. Bahwa mereka harus tetap hidup dalam iman percaya di dalam Yesus, melanjutkan pekerjaan-pekerjaan yang telah dilakukan Yesus. Hal ini tentu tidak mudah, tetapi juga bukanlah pilihan bagi mereka yang mengaku mengasihi Allah; karena mengasihi Allah berarti taat melakukan perintah-perintah-Nya (ayat 15).
Oleh karena itu, Roh Kudus hadir. Hanya karena kuasa Roh Kudus, umat Allah dimampukan untuk setia hidup dalam ketetapan-ketetapan-Nya. Roh Kudus hadir sebagai Penolong, yang selamanya akan menyertai orang-orang percaya (ayat 17). Roh Kudus hadir untuk memeterai orang percaya agar tidak diambil alih oleh ‘kuasa-kuasa lain’ (ayat 18). Roh Kudus mengaruniakan damai sejahtera pada siapa pun yang hidup dengan mengasihi Allah (ayat 27).
Refleksi Untuk Pamong
Mengasihi berarti melakukan, bukan hanya diam atau sekadar berkata-kata. Banyak orang Kristen yang tidak tahu bagaimana cara mengasihi Allah yang kudus, yang secara fisik tidak kelihatan. Ada yang merasa cukup dengan menaikkan puji-pujian indah bagi nama-Nya setiap hari, atau dengan tidak melakukan apa yang jahat di mata Allah. Namun, firman Tuhan saat ini menyatakan dengan jelas bahwa yang mengasihi Dia adalah mereka yang memegang perintah-Nya dan melakukannya.
Melakukan perintah Tuhan sama dengan menyediakan diri sebagai kepanjangan tangan Tuhan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya di dunia. Mengasihi Allah dan mengasihi sesama adalah Hukum Kasih yang berlaku bagi semua umat-Nya. Kedua hukum itu saling berhubungan dan berpengaruh satu dengan yang lain. Siapa pun yang mengasihi Allah, maka dia pasti mengasihi semua sesamanya. Begitu pun sebaliknya. Tidak mungkin seseorang mengaku mengasihi Allah, tetapi membenci teman atau saudaranya.
Menaati perintah Allah menuntut adanya komitmen dan kesungguhan hati. Secara manusiawi, ketaatan itu tidak akan pernah sempurna di hadapan Allah. Hanya karena pertolongan Roh Kudus sajalah kita dimampukan untuk setia melakukannya.
Pendahuluan
Bermain ‘Aku Mengasihimu’
- Posisi duduk diatur melingkar. Kursi masing-masing adalah rumah. Jika tidak ada kursi, maka remaja bisa memakai buku, tas atau barang yang lain untuk menandai bahwa tempat itu adalah rumahnya.
- Pamong menunjuk salah satu remaja secara acak untuk menyerahkan rumahnya. Lalu remaja itu berdiri di tengah lingkaran dan menjadi Penanya.
- Penanya memilih dan mendekati satu orang temannya, lalu bertanya, “Apakah kamu mengasihiku?”
- Jika jawabannya adalah “Iya”, maka semua remaja berpindah dan mencari tempat duduk baru.
- Ketika Penanya sudah mendapat rumah baru dan ada remaja lain yang tidak kebagian rumah, maka dialah yang menjadi Penanya selanjutnya.
- Jika jawabannya adalah ”Tidak”, maka Penanya mencari teman lainnya untuk ditanya, sampai jawabannya “Iya”.
- Permainan diakhiri jika dirasa sudah cukup, tetapi remaja tetap duduk di rumah yang baru (tidak kembali ke rumah semula).
Catatan: Pamong menyampaikan bahwa mengasihi berarti melakukan sesuatu yang nyata, bukan hanya sekadar berbicara “Aku mengasihimu”.
Inti Penyampaian
Remaja yang dikasihi Tuhan,
Bacaan hari ini diambil dari Yohanes 14: 15-21. Ayo kita baca bersama-sama.
Apakah teman-teman mengasihi ayah dan ibu? Apa yang sudah teman-teman lakukan sebagai bentuk mengasihi mereka? Iya … menuruti nasihat orang tua, membantu pekerjaan ayah dan ibu, atau rajin belajar adalah bentuk nyata mengasihi orang tua. Begitu juga dengan mengasihi teman atau sesama. Perbuatan apa saja yang menunjukkan kasih pada sesama? (Pamong menggali jawaban dari remaja). Jadi, mengasihi berarti melakukan, bukan hanya diam atau bicara saja.
Lalu, apa teman-teman mengasihi Allah? Perbuatan apa yang teman-teman lakukan sebagai bukti kasih pada Allah? Pada ayat 15 dan 21 tertulis bahwa mengasihi Allah berarti memegang perintah-Nya dan melakukannya. Ada sebuah perintah dari Allah, yaitu Hukum Kasih. Siapakah yang tahu apa isinya? (Pamong menggali jawaban dari remaja).
Mengasihi Allah dan mengasihi sesama adalah Hukum Kasih yang berlaku bagi semua umat-Nya. Kedua hukum itu saling berhubungan dan berpengaruh satu dengan yang lain. Siapa pun yang mengasihi Allah, maka dia pasti mengasihi sesamanya. Begitu juga sebaliknya. Dan tidak mungkin seseorang mengaku mengasihi Allah, tetapi menghina, mengejek dan menyakiti sesamanya.
Penerapan
Dengan berbagi bekal pada yang kelaparan, mengunjungi teman yang berduka, menolong orang jatuh, dan lainnya, sebenarnya kita tidak sedang menyatakan kasih pada sesama saja, tapi juga kasih kepada Allah. Sejak kecil orang tua juga mengajar teman-teman agar tidak melakukan hal-hal yang tidak baik. Misalnya, berkata kotor, berbuat curang, berujar kebencian, melakukan perundungan, dan lainnya. Itu semua bukan hanya untuk menjaga nama baik orang tua, tapi lebih dari itu -untuk menjaga kekudusan dan kemuliaan Allah Bapa.
Jadi, mari kita mengasihi Allah melalui perbuatan yang sesuai dengan firman-Nya.
Aktivitas
- Remaja yang masih duduk di ‘rumah’ atau tempat duduk temannya bisa kembali ke tempatnya satu per satu. Caranya adalah dengan menjawab pertanyaan berikut lebih dulu.
- Pertanyaannya adalah “Hal apa yang telah teman-teman lakukan selama dua hari terakhir ini, yang merupakan bentuk kasih teman-teman kepada Allah? Ceritakan!” Tidak harus hal yang spektakuler, hal-hal sederhana tapi menjadi berkat. Yang dilakukan di rumah, di sekolah, di jalan, di gereja, dan lainnya.
- Remaja yang sudah menjawab pertanyaan bisa kembali ke tempat duduknya semula.