Hati Yang Bebas Dan Bahagia Pancaran Air Hidup Junior 8 Desember 2025

8 December 2025

Bacaan: Mazmur 32:1–11
Nats: Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu! (Mazmur 32:2)

Beberapa hari ini hati Liana sangat gelisah. Hal ini disebabkan oleh ketidakjujuran yang dilakukannya beberapa hari yang lalu. Wah…apa ya yang membuat hati Liana tidak tentram? Demikian ceritanya.

Liana diajak oleh Siani bermain game di rumahnya. Padahal Liana sudah berjanji pada ibu untuk mengantar ibu ke rumah saudara yang sedang sakit. Rupanya Liana lebih tertrik bermain game daripada mengantar ibu. Liana beralasan jika ia dan Siani belajar kelompok untuk mengerjakan tugas yang harus segera dikumpulkan. Itulah yang membuat hati Liana tidak tenang. Akhirnya ia mengambil keputusan untuk mengakui kesalahannya pada ibunya. Betapa senang hati Liana karena ibu mengampuni kesalahannya.

Daud menulis bahwa orang yang diampuni dosanya itu sungguh berbahagia. Saat ia menyimpan kesalahan, hatinya terasa berat. Tapi ketika ia mengaku kepada Tuhan, hatinya menjadi lega dan sukacita kembali. Itulah yang dialami oleh Liana.

Tuhan tidak ingin kita menyembunyikan dosa. Ia ingin kita jujur, datang kepada-Nya dan berkata, “Tuhan, aku bersalah.” Saat kita melakukannya, Tuhan langsung mengampuni. Ia tidak marah-marah, tapi menyambut kita dengan kasih.

Anak yang mau jujur dan mengaku kesalahannya adalah anak yang berani dan dikasihi Tuhan. Yuk, kita latih diri untuk berkata jujur dan minta maaf. Maka hati kita akan jadi ringan dan bahagia seperti Daud!

Aktivitas: Surat untuk Ibu
Tulis surat singkat kepada ibu: “Ibu, aku minta maaf karena…………………. Lalu lanjutkan dengan isi dari hati anak. Akhiri dengan kalimat: “Terima kasih, ibu karena engkau mengampuni aku.” Lipat surat dan berikan kepada ibu.

Doaku: Tuhan Yesus, aku sangat bersyukur memeliki ibu yang mudah memaafkan kesalahanku. Ajarlah aku untuk tidak menyakiti hati ibu yang penuh kasih itu, Amin.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak