Bacaan: Markus 2 : 13 – 17
Nats: “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” (Markus 2:17)
Teman-teman, cocokkanlah kata yang berlawanan di bawah ini:
| Benar | Musuh |
| Baik | Salah |
| Teman | Gelap |
| Terang | Benci |
| Kasih | Buruk |
Teman-teman, sebenarnya kita ini seperti tulisan berwarna merah di atas, manusia yang banyak salah, karena melakukan hal buruk. Sering melihat orang lain seperti musuh daripada sebagai teman. Kita seperti berada dalam gelap karena sering membenci orang dan keadaan daripada mengasihi.
Kita mungkin seperti Lewi, si pemungut cukai dalam bacaan kita. Namun kita bersyukur karena Tuhan Yesus justru mengasihi dan berteman dengan orang yang seperti itu. Yesus ingin orang yang berdosa dan banyak salah menjadi tahu jalan yang benar. Kasih Yesus kepada kita tidak tergantung perbuatan kita, tapi tergantung pada kasih-Nya pada kita. Betapa beruntungnya kita menjadi anak-anak yang dikasihi Tuhan.
Karena itu, mari menjadi anak-anak yang meneruskan kasih itu kepada orang lain. Jika ada teman kita berbuat salah, jangan dijauhi dan dibenci namun perlu ditemani. Mungkin, dia tidak tahu bagaimana berbuat baik dan benar itu.
Nah…sekarang buatlah kalimat dari kata-kata di bawah ini untuk menyemangati dirimu menjadi orang yang lebih baik.
| Benar | Contoh: Aku harus berani berani bertindak benar jika ada teman yang berlaku tidak curang |
| Baik | |
| Teman | |
| Terang | |
| Kasih |
Doaku: “Tuhan, ingatkan aku untuk selalu mengingat-Mu kapan saja dan dimana saja, Amin.“