Bacaan: Lukas 16: 19-26
Nats: “Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.” (Lukas 16: 25)
Merry sering diajak neneknya ke rumah seorang pemulung bernama Pak Sadi. Biasanya setelah belanja, nenek mengajak Merry mampir ke rumah Pak Sadi untuk memberikan sayur atau lauk. Nenek melakukan itu untuk membantu keluarga Pak Sadi, karena mereka sering tidak punya cukup uang untuk makan sehari-hari.
“Kasihan, ya, mereka, Nek,” kata Merry suatu hari. Lalu nenek menjawab,
“Memang mereka hidup berkekurangan, tapi sebenarnya Pak Sadi dan keluarganya adalah orang-orang yang berbahagia.” Merry bingung mendengar jawabab nenek.
“Kenapa bisa begitu, Nek?” tanya Merry.
“Iya, karena Allah sangat menyayangi mereka dan memperhitungkan setiap kesusahan mereka,” jawab nenek.
Teman-teman, memang benar apa yang dikatakan neneknya Merry. Allah sangat menyayangi orang yang mengalami kemiskinan, penderitaan, penindasan dan ketidakadilan, karena mereka selalu mencari Allah dan menantikan pertolongan-Nya. Bahkan Tuhan Yesus berkata “Berbahagialah …, karena engkaulah empunya Kerajaan Allah”. Jadi, berbahagialah bersama dengan mereka.
Doaku: Ya Tuhan, berkatilah saudara-saudaraku yang hidup dalam kemiskinan. Amin.
