Bacaan: Hakim-hakim 6:19-22
Nats: “Maka tahulah Gideon, bahwa itulah Malaikat Tuhan Allah!….” (Hakim-hakim 6:22a)
Tanpa sengaja, Katleen memecahkan gelas kesayangan ibunya. Suatu sore, ibu menemukan pecahan gelas yang tertinggal. Katleen takut lalu berkata, “Maaf ma, tadi Katleen telah memecahkan gelas kesayangan mama.” Dengan lembut ibunya memeluk Katleen, “Mama tahu, tapi mama sayang Katleen. Lain kali hati-hati ya.”
Kasih orang tua mencerminkan kasih Tuhan yang sabar menuntun anak-anakNya untuk memahami betapa Ia sangat mengasihi mereka. Gideon membuat tanda untuk membuat dirinya semakin yakin bahwa Tuhanlah yang mengutusnya. Ia menyiapkan roti yang tidak beragi, juga mengolah seekor anak kambing dan menyiapkan kuahnya ke dalam periuk. Tuhan tahu isi hati Gideon. Oleh sebab itu melalui malaikat-Nya, Tuhan menunjukkan suatu mukjizat di hadapan Gideon agar Gideon tahu bahwa Ia sangat berkuasa.
Malaikat Tuhan meminta Gideon untuk meletakkan daging dan roti itu di atas batu dan mencurahkan kuah di atasnya. Kemudian malaikat mengulurkan tongkat, lalu keajaiban pun terjadi. Tiba-tiba muncul api dari batu itu dan memakan habis daging dan roti itu. Lalu malaikat Tuhan hilang dari hadapan Gideon. “Celakalah aku, Tuhanku Allah!”, ucap Gideon setelah ia menyadari semuanya.
Aktivitas:
Tuhan selalu siap mengampuni kita. Oleh sebab itu, perlu hati yang jujur dan kemauan untuk berubah. Jadi jangan takut mendekat kepada Tuhan melalui setiap doa-doamu sebab Tuhan mau menerima kita dengan kasih yang besar. Pernahkah kamu merasa bersalah lalu meminta ampun kepada Tuhan? Tuliskan ceritamu di buku harianmu ya.
Doaku: Tuhan Yesus, aku sering berbuat salah. Ampunilah aku ya Tuhan. Amin.