Bacaan: Hakim-hakim 6:17
Nats: “….Jika sekiranya aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, maka berikanlah kepadaku tanda …” (Hakim-hakim 6:17)
Ini hari pertama Rully masuk sekolah sebagai siswa baru. Rully gelisah, lalu ia berdoa, “Tuhan, apakah Engkau mengasihiku? Aku takut di sekolah ini.” Ketika bel tanda istirahat berbunyi, seorang teman menghampiri Rully dan mengajaknya bermain di halaman. Mereka pun cepat akrab. Rully tersenyum bahagia dan berbisik dalam hati, “Tuhan, ternyata Engkau tahu isi hatiku dan mendengarkan doaku”.
Dalam keraguannya untuk menerima tugas dari Tuhan, Gideon meminta tanda sebagai bukti bahwa Tuhan akan benar-benar menyertainya. Tentu Tuhan tahu isi hati Gideon yang ragu-ragu itu, sekalipun Ia telah berfirman kepada Gideon bahwa Ia akan menyertainya. Gideon kini minta bukti. Baginya tidak cukup jika hanya sebuah perkataan janji dari Tuhan. Gideon meminta lebih dari itu, yakni sebuah tanda bahwa janji itu memang benar-benar berasal dari Tuhan sendiri.
Apakah kamu pernah meminta bukti dari Tuhan bahwa Tuhan benar-benar mengasihimu atau keluargamu? Keadaan yang sulit atau banyaknya masalah yang sedang kita hadapi, memang dapat membuat kita kembali bertanya kepada Tuhan, “Apakah Tuhan benar-benar mengasihiku?” Namun jangan kuatir! Ia adalah Tuhan yang Mahatahu isi hati kita. Dengan kasih-Nya, Tuhan akan kembali menunjukkan tanda cinta-Nya buat kita. Jadi, tetaplah percaya kepada-Nya.
Tulislah sebanyak mungkin tanda-tanda kasih Tuhan yang pernah kamu terima atau alami. Misalnya: Ketika aku sakit, Tuhan menyembuhkanku.
Doaku: Terima kasih Tuhan Yesus, Engkau selalu menunjukkan tanda kasih-Mu dalam hidupku. Amin.