Bacaan: Kejadian 26:12-25
Nats: Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau (Kejadian 26:24b)
Ishak menabur dan bercocok tanam di negeri orang Filistin. Ia diberkati TUHAN, maka ia mendapat hasil seratus kali lipat (Kej 26:12). Ishak mempunyai banyak sekali hewan ternak seperti kambing domba dan lembu sapi. Kekayaan berlimpah ruah yang dimiliki oleh Ishak, membuat orang Filistin menjadi cemburu dan iri hati kepadanya (ayat 13-14).
Rasa cemburu dan iri hati inilah yang membuat orang Filistin berlaku buruk terhadap Ishak. Ketika Ishak membutuhkan air dan para pelayannya membuat sumur, orang Filistin menghalangi. meskipun Ishak diperlakukan buruk dan disuruh pergi oleh orang Filistin, ia memilih untuk tetap tenang. Ishak tidak ingin berkelahi. Sembari menarik nafas ia menggali sumur baru di tempat lain yang ia beri nama Rehobot (ayat 16-23). TUHAN pun senang kepada Ishak, sebab ia memilih untuk tetap tenang dan tidak berkelahi ketika terjadi konflik. TUHAN berjanji kepada Ishak, bahwa TUHAN akan memberkati Ishak “ Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau” (Kejadian 26:24b).
Mari sejenak merenung:
| Ingatlah kembali akan konflik atau perselisihan yang pernah terjadi dalam hidupmu. |
| Ketika terjadi konflik atau perselisihan apakah responsmu?
Apakah kamu memilih jalan pertengkaran? Ataukah kamu memilih untuk tetap tenang dan menapaki jalan perdamaian? |
| Mari belajar dari Ishak yang memilih tenang.
Ketika terjadi perselisihan, konflik atau pertengkaran, pertama-tama tariklah nafas secara mendalam dan hembuskanlah secara berulang dan jadilah tenang. Dalam ketenangan, ingat Firman Tuhan yang mengingatkan, bahwa: “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau” (Kejadian 26:24b). |
| Tariklah nafas, hembuskan, dan jadilah tenang. Amin! |
Doaku: Tuhan Yesus yang baik, berilah aku kemampuan untuk menjadi tenang di saat menghadapi konflik, karena aku yakin dan percaya bahwa Tuhan akan menyertai dan memberkati. Amin