Mohon Pengampunan Pancaran Air Hidup Junior 28 November 2025

28 November 2025

Bacaan: Lukas 18:13-14
Nats: “Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan” (Lukas 18:13-14)

Pemungut cukai adalah istilah yang digunakan bagi orang yang bertugas mengumpulkan pajak dari masyarakat Yahudi untuk diserahkan kepada pemerintahan Romawi di Israel pada abad pertama. Profesi ini dipandang buruk oleh masyarakat Yahudi dan bahkan cenderung dibenci oleh rakyat karena pemungut cukai bekerja untuk pemerintah Romawi yang saat itu adalah penjajah dan cara yang dilakukan untuk menarik pajak sangat kejam dan tidak adil, maka profesi pemungut cukai dianggap sebagai orang berdosa.

Dalam bacaan ini, diceritakan bahwa Tuhan Yesus membela seorang pemungut cukai. Hal itu dikarenakan pemungut cukai tersebut merasa diri berdosa dan sadar akan kesalahannya. Perkataan yang disampaikan oleh Tuhan Yesus “…ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri…” menunjukkan bahwa pemungut cukai tersebut menyesali kesalahan dan dosanya serta memohon pengampunan kepada Allah. Orang-orang yang demikian akan lebih berharga di hadapan Allah, daripada orang-orang yang merasa diri benar dan tinggi hati. Untuk itu, mari kita menjadi anak-anak Tuhan yang senantiasa rendah hati dan bersedia memohon pengampunan jika memiliki kesalahan dan dosa.

Isilah nama mata uang dibawah ini!

klik pada gambar untuk memperbesar

Doaku: “Tuhan, aku memohon agar hidupku senantiasa berkenan kepada-Mu. Amin”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak