Bacaan: Yohanes 14:1-4
Nats: “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku” (Yohanes 14:1)
Rinai tidak bisa tidur dengan nyenyak. Semalaman ia hanya membolak-balikkan tubuhnya karena hatinya gelisah. Besuk hari libur sekolah. Ia dan keluarganya akan pergi ke rumah kakek dan nenek. Ibu memberi saran agar Rinai dan kakaknya tinggal di rumah kakek selama liburan, tetapi ibu dan bapak tidak bisa menemani karena mereka harus bekerja.
Di satu sisi, Rinai sangat senang tinggal di rumah kakek sebab di sana ia mempunyai saudara sepupu. Jika ia liburan ke rumah kakek bersama keluarganya, sepupunya akan mengajaknya jalan-jalan ke sungai dan sawah, sebuah pemandangan yang tidak ia jumpai di kota. Di sisi lain, Rinai gelisah karena ia akan tinggal beberapa hari di rumah kakek dan neneknya tanpa ditemani ayah dan ibunya. Rinai belum pernah berjauhan dengan kedua orang tuanya untuk beberapa hari.
Apa yang dialami Rinai, ternyata juga dialami oleh para muird Yesus. Yesus tahu jika Ia tidak akan selamanya bersama dengan para muird-Nya, oleh sebab itu Yesus mulai memberitahu para murid-Nya jika Ia akan pergi meninggalkan mereka untuk kembali ke Sorga. Hal inilah yang membuat hati para muird menjadi gelisah. Jika Yesus pergi, siapa yang akan mendampingi mereka. Apa yang harus mereka lakukan jika Yesus meninggalkan mereka.
Teman-teman…Yesus tahu jika hati pada murid-Nya mulai gelisah, oleh sebab itu Yesus memberi nasihat pada para murid-Nya agar hatinya tidak gelisah, sebab Yesus pergi ke rumah Bapa untuk menyediakan tempat bagi mereka. Suatu saat para murid akan bertemu lagi dengan Yesus. Yesus menunggu para murid di Sorga. Yesus juga menunggu kita di Sorga.
Carilah arti “gelisah” dari kata-kata dibawah ini:
- Tidak tentram
- Bahagia
- Tenang
- Kuatir
Doaku: “Tuhan Yesus, terima kasih Engkau menyediakan tempat bagiku di Sorga. Aku ingin bertemu dengan-Mu. Ajarlah aku melakukan kehendak-MU, Amin.“