Bacaan: Yesaya 54:8-10
Nats: Seperti pada zaman Nuh, demikianlah hal ini bagi-Ku: seperti Aku telah bersumpah, bahwa air zaman Nuh tidak akan meliputi bumi lagi, demikianlah Aku telah bersumpah, bahwa Aku tidak akan murka lagi kepadamu dan tidak akan menghardik engkau lagi.” (Yesaya 54:9)
Sarah sedang takut. Dia baru saja berbuat salah—dia berbohong kepada ibunya. Hatinya gelisah. “Pasti ibu sangat marah dan tidak sayang lagi padaku,” pikirnya. Tapi ibunya berkata dengan lembut: “Sarah, ibu sedih kamu berbohong. Tapi ingat, ibu tetap sayang padamu. Ibu akan mengampunimu, sama seperti kemarin, dan besok, dan seterusnya. Kasih sayang ibu tidak akan pernah berhenti.” Sarah merasa lega. Meskipun dia salah, kasih ibunya tidak berubah.
Begitu juga dengan Tuhan! Ratusan tahun setelah zaman Nuh, Tuhan berbicara melalui Nabi Yesaya. Tuhan berkata: “Ingatlah janji-Ku kepada Nuh? Aku berjanji tidak akan mengirim air bah lagi, dan Aku menepatinya sampai hari ini. Nah, sekarang Aku berjanji hal yang sama: Aku tidak akan murka lagi atau meninggalkan kamu. Kasih setia-Ku tidak akan berubah!”
Kadang kita berbuat salah. Kadang kita lupa berdoa, atau tidak taat, atau berbohong, atau berkelahi dengan teman. Kita mungkin berpikir: “Pasti Tuhan marah dan tidak sayang lagi padaku.” Tapi TIDAK! Tuhan menggunakan cerita Nuh untuk mengingatkan kita: “Seperti Aku menepati janji-Ku kepada Nuh, Aku juga akan menepati janji-Ku kepadamu. Kasih-Ku tidak berubah. Aku tidak akan meninggalkanmu!”
Tuhan tidak gampang marah dan meninggalkan kita. Kasih Tuhan bertahan selamanya—tidak berubah meskipun kita berbuat salah. Janji Tuhan kepada Nuh masih berlaku sampai sekarang, begitu juga janji-Nya untuk mengasihi kita. Kita bisa datang kepada Tuhan dengan percaya diri minta maaf, karena Dia selalu siap mengampuni
Doaku: Tuhan, terima kasih kasih-Mu tidak pernah berubah. Meskipun aku sering berbuat salah, Engkau tetap mengasihiku. Tolonglah aku selalu ingat janji-Mu. Amin