Pamit Pancaran Air Hidup Junior 25 Juni 2022

Bacaan: Kis.Para Rasul 20 17-8
Nats:…. Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.” (ay 35)

Teman-teman yang dikasihi Tuhan, berpamitan atau berpisah adalah hal membuat hati sedih. Pernahkah teman-teman ada dalam kondisi berpamitan atau berpisah dengan teman/sahabat/anggota keluarga? Pasti kita merasakan sedih.

Hal ini yang dirasakan oleh Rasul Paulus. Rasul Paulus memang berada di kota Efesus. Paulus untuk sementara waktu tinggal menetap di kota Efesus. Tugas Paulus tetap menjadi pengajar dan teladan. Pengajar berarti Paulus mengajarkan injil kepada orang-orang Efesus. Teladan berarti Paulus menjadi contoh bagi orang-orang Efesus bagaimana cara mengikut Yesus.

Setelah sekian lama Paulus mengajar dan menjadi teladan. Tiba saatnya Paulus berpisah untuk melanjutkan perjalanan. Para penatua (pimpinan) jemaat Efesus merasakan kesedihan karena akan berpisah dengan Paulus. Jelas jemaat Efesus akan kehilangan sosok pengajar sekaligus teladan.

Paulus harus melanjutkan tugas dan tanggung jawabnya untuk menyebarkan injil. Oleh karena itu, Paulus harus berpisah dengan jemaat Efesus. Paulus berpesan kepada orang-orang Efesus untuk senantiasa memberi dari pada menerima. Perpisahan atau pamit adalah hal yang membuat hati kita sedih. Namun ingatlah pesan Paulus, ditengah-tengah kondisi perpisahan tetaplah untuk senantiasa memberi.

Teman-teman, jika ada seorang sahabat atau kawan yang akan berpisah, kira-kira teman-teman akan memberi apa yaa? Tulislah jawaban teman-teman pada selembar kertas.

Jika harus berpisah, aku akan memberi temanku: ….

Doaku:Mampukan kami untuk memberi kepada orang lain supaya kami senantiasa berlimpah kebahagiaan, Amin.”

 

Bagikan Entri Ini: