Bacaan: Hakim-hakim 8:4-7
Nats: “Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan.” (Amsal 13:3)
Tahukah kamu bahwa kata-kata yang kita ucapkan kepada sesama tidak hanya bisa menghibur atau menguatkan, namun juga bisa melukai perasaan dan menimbulkan kesedihan yang mendalam? Pernahkah kamu mengalaminya?
Setelah habis berperang melawan bangsa Midian, Gideon dan pasukannya merasa lelah dan meminta bantuan makanan kepada orang-orang di Sukot, “Tolong berikan beberapa roti untuk rakyat yang mengikuti aku ini, sebab mereka telah lelah.” Bukannya memberi makanan, orang-orang di Sukot justru menjawab dengan kata-kata yang kasar dan sombong. Sungguh perbuatan yang tidak terpuji! Mereka tidak menjaga ucapan mereka, padahal Gideon dan pasukannya sedang berjuang untuk menyelamatkan Israel.
Bisa jadi keadaanmu sedang tidak baik-baik saja ketika teman atau kakak atau adikmu meminta bantuanmu. Namun berusahalah untuk dapat mengendalikan kata-kata yang akan kamu sampaikan kepada mereka. Kendalikan dirimu! Perkataan yang tidak baik dapat melukai perasaan orang lain, bahkan bisa menimbulkan pertengkaran. Sekarang, siapkan alat tulis dan kertas folio.
Doaku: Tuhan Yesus, tolonglah aku agar aku dapat berkata-kata dengan kasih. Amin.
