Bacaan: Markus 12 : 31 – 34
Nats: “…Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Markus 12 : 31)
Suatu ketika saya pernah membaca di kaca belakang bis kota ada tulisan begini : SESAMA BIS KOTA DILARANG SALING MENDAHULUI. Siapa itu sesama bis kota? Itu adalah bis yang sama-sama bentuk dan kegunaannya. Tulisan itu mengingatkan para sopir supaya tidak ngebut dan menyalib bisa kota depannya.
Nah, Firman Tuhan hari ini punya pesan yang mirip : SESAMA MANUSIA HARUS SALING MENGASIHI. Siapakah sesama manusia? Yaitu mereka yang sama-sama manusia. Yang bentuknya seperti kita, meskipun mungkin kulitnya berbeda, bentuk rambutnya berbeda, tingginya tidak sama bahkan kesukaan dan hobinya berbeda. Kalau mereka disebut manusia, maka tugas kita adalah mengasihi dan mengasihi. Seperti apa kasih kita kepada sesama? Ya, seperti kita mengasihi diri sendiri.
Biasanya kita ini suka di – daripada me -, artinya suka menerima daripada melakukan kepada orang lain. Nah, mulai sekarang mari lebih menyukai me – daripada di – karena Tuhan lebih dulu mengasihi dan memberkati kita semua.
Ubahlah kata berawalan di – di bawah ini menjadi me – kemudian buatlah kalimat berawalan me –
- Diberi: – Memberi – Aku mau memberi sebagian rotiku untuk temanku
- Dikasihi: – … – …
- Ditolong: – … – …
- Dilayani: – … – …
Doaku: “Tuhan yang penuh kasih, tolong aku untuk mengasihi dan berbuat baik kepada sesamaku manusia, Amin.“