Bacaan: Mikha 1:6
Nats: “Sebab itu Aku akan membuat Samaria menjadi timbunan puing di padang, menjadi tempat penanaman pohon anggur. Aku akan menggulingkan batu-batunya ke dalam lembah dan akan menyingkapkan dasar-dasarnya.” (Mikha 1:6)
Setiap hari burung merak jantan berjalan mengelilingi hutan untuk memamerkan keindahan ekornya. Kebiasaan burung merak ini sangat mengganggu hewan lainnya karena burung merak tidak peduli pada hewan lain yang sedang mencari makan.
Pada suatu siang, seluruh hewan sedang berkumpul untuk membicarakan sesuatu. Tiba-tiba muncullah burung merah jantan dengan langkah yang tegap sambil memamerkan aneka warna bulu ekornya. Tentu saja binatang lain terkagum-kagum atas keindahannya. Akibatnya rapat agak terganggu dengan kedatangan burung merak jantan itu.
Tiba-tiba, kancil tertawa dengan sangat keras. Tentu saja semua binatang yang hadir menjadi terkejut mendengar suara tawa kancil. Lalu bertanyalah kura-kura pada kancil apa yang menyebabkan kancil tertawa dengan keras. Sambil menahan tawa, berkatalah kancil, “Ehm…sebelumnya aku minta maaf pada burung merak. Aku tadi melihat dirimu mulai ujung kepala sampai ujung kaki. Ketika aku melihat ujung kaki burung merak, maka aku tertawa”. Mendengar penjelasan kancil itu, maka seluruh binatang memandang kaki burung merak dan tiba-tiba semua binatang tertawa seperti kancil. Wah….kira-kira apa ya yang terjadi. Ternyata…bentuk kaki burung merak tidak seindah bulu ekornya.
Melalui cerita di atas, kita dapat belajar agar tidak menyombongkan diri jika mempunyai kelebihan. Tuhan tidak suka pada orang yang sombong seperti Samaria yang sombong sehingga Tuhan menjadi marah.
Carilah informasi, apa tujuan burung merak membuka lebar-lebar ekornya ? Tulislah jawabmu pada selembar kertas ya.
Burung merak membuka lebar-lebar ekornya karena: …
Doaku: “Tuhan Yesus, ajarlah aku untuk dapat memiliki sikap hidup yang benar dan selalu mengandalkan pertolonganMu, Amin”.