Bacaan: Amsal 12:20-21
Nats: “Tipu daya ada di dalam hati orang yang merencanakan kejahatan, tetapi orang yang menasihatkan kesejahteraan mendapat sukacita. Orang benar tidak akan ditimpa oleh bencana apapun, tetapi orang fasik akan senantiasa celaka. “ (Amsal 12:20-21)
Andi termasuk anak yang beruntung. Apa sebabnya? Berulangkali berhadapan dengan geng anak nakal di sekolah ini, tapi aman saja. Artinya, Andi tidak pernah sekalipun dipukuli, dibentak-bentak atau bahkan dipalak atau dimintai uang.
“Bagi resepnya dong, Ndi..aku sudah lelah terus-terusan dimintai uang, kalau kutolak sudah pasti aku dipukuli!”, tanya Jose dengan wajah memelas.
“Hem, doakan saja mereka..” itu saja jawaban Andi.
Percaya atau tidak, Andi memang rajin mendoakan anak-anak anggota geng nakal itu. Sebenarnya dulu pernah Andi berhadapan dengan mereka, namun setiap mencelakai Andi mereka selalu kena sial. Entah mereka jatuh dari sepeda, entah ban sepeda bocor, atau kejadian-kejadian aneh lainnya. Padahal untuk menghukum anak-anak nakal itu, Andi bisa saja melaporkan mereka kepada pakde, sebab Andi adalah sepupu dari anak-anak itu. Tapi Andi tidak mau, ia hanya berdoa. Berdoa agar mereka mau menyadari kesalahannya, ternyata jauh lebih bermanfaat daripada merencanakan pembalasan.

Doaku: Terimakasih Tuhan, memberiku kebijaksanaan untuk memutuskan mana yang terbaik yang akan aku lakukan, Amin.