Bacaan : 1 Samuel 16:6-13
Nats: Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati” (1 Samuel 16:7)
Dengan hati-hati, Merry membungkus kado untuk acara tukar kado di gereja. Sayangnya Merry tidak mempunyai kertas kado, sehingga ia membungkus kadonya dengan kertas koran. Sesampai di gereja, Merry dengan malu-malu mengumpulkan kadonya. Merry meletakkan kadonya di tempat yang paling belakang sebab teman-temannya membungkus kado dengan sangat baik.
Ketika acara tukar kado berlangsung, tak ada satupun yang mau mengambil kado yang dibungkus dengan koran. Semua berusaha mengambil kado dengan bungkus yang bagus. Tetapi Rinda justru mengambil kado yang dibungkus dengan koran. Ketika semua anak diminta untuk membuka kado, Merry memperhatikan Rinda membuka kadonya dengan hati-hati. Dan…betapa senang hati Merry ketika Rinda melompat kegirangan melihat
isi kadonya. Ternyata Merry membuat hiasan dinding dengan sangat bagus meskipun kadonya dibungkus dengan koran.
Teman-teman, seperti teman-teman Rinda yang tertipu dengan tampilan kertas kadonya, demikian juga Samuel tertipu dengan tampilan saudara-saudara Daud yang gagah perkasa dan bertumbuh tinggi. Dari segi fisik, memang saudara-saudara Daud sangat cocok menjadi raja, seperti Saul yang berbadan tinggi dan elok rupanya, tetapi Tuhan punya pilihan sendiri.
Teman-teman, kita juga sama seperti Samuel dan teman-teman Rinda. Kita senang melihat apa yang kelihatan indah dan bagus, padahal belum tentu di dalamnya juga sebagus luarnya. Sebaliknya, apa yang kehilangan jelek di luar belum tentu dalamnya juga jelek. Oleh sebab itu kita harus berhati-hati menilai orang lain.
Sebutkan saudara-saudara Daud yang disebut dalam bacaan ini: …., …., ….
Doaku: “Tuhan Yesus, ajarlah aku untuk mengasihi orang bukan dari apa yang kelihatan mata, tetapi apa yang ada dalam hatinya, Amin”.