Bacaan: Yesaya 7:3-7
Nats: “Akan tetapi, TUHAN berfirman, ‘Hal itu tidak akan terlaksana dan tidak akan terjadi” (Yesaya 7: 7)
Teman-teman, pernahkah orang tuamu berjanji namun tidak ditepati? Misalnya, kalau kamu naik kelas dengan nilai yang baik, kamu akan dibelikan sepeda. Namun, ketika kamu berhasil, justru orang tuamu tidak menepatinya. Kamu merasa dibohongi karena saat kenaikan kelas, orang tuamu tidak membelikanmu sepeda. Pernahkah kamu mengalaminya?
Nah, teman-teman, bacaan kita hari ini bercerita tentang Tuhan yang akan menolong Israel untuk memenangkan peperangan. Sebenarnya, raja Ahas dan bangsa Israel sudah takut karena mereka tidak dapat mengalahkan musuhnya. Tapi firman Tuhan disampaikan kepada Yesaya bahwa Israel tidak akan kalah, kekalahan itu tidak akan terjadi. Apa yang Tuhan sampaikan kepada orang Israel melalui Yesaya itulah yang disebut janji.
Apakah Tuhan pernah tidak menepati janjinya? Tentu saja tidak. Allah tidak suka dusta, tentu saja Dia tidak akan mengatakan mereka akan menang jika mereka tidak akan menang. Dan mengatakan mereka tidak akan menang padahal mereka akan menang. Jadi jika Allah bilang tidak perlu kuatir dan tidak perlu takut, itu bukan dusta melainkan kebenaran.
Teman-teman, apakah kamu seperti Allah yang tidak suka dusta? Ataukah dalam hidup sehari-hari kamu masih suka berdusta? Ingat bahwa Allah tidak suka dusta, jika kita masih melakukannya, minta ampun pada Tuhan dan berjanjilah untuk tidak melakukannya lagi ya.
Aktivitas: Ucapkan janji ini kepada Tuhan dan di hadapan orang tua/kakak/keluarga
“Tuhan, aku berjanji akan menjauhi dusta dan belajar untuk terus mengatakan kebenaran”
Doa: Tuhan terima kasih hari ini aku diingatkan bahwa Engkau tidak suka dusta maka aku akan belajar untuk menjauhinya. Amin.