Bacaan: Kejadian 26 : 19-20
Nats: Lalu bertengkarlah para gembala Gerar dengan para gembala Ishak. Kata mereka: “Air ini kepunyaan kami.” Dan Ishak menamai sumur itu Esek, karena mereka bertengkar dengan dia disana. (Kejadian 26:20)
Setelah Ishak bekerja keras menggali sumur, akhirnya keluarlah air berlimpah-limpah dari sumur tersebut. Sekali lagi, ada yang iri atas keberhasilan yang dilakukan oleh Ishak. Para gembala di daerah tersebut merasa iri dan tidak senang. Mereka ingin memiliki sumur tersebut. Tetapi para gembala Ishak tidak mau memberikannya, karena merekalah yang menggali sumur tersebut maka bertengkarlah mereka memperebutkan sumur itu. Ishak menamai sumur itu Esek. Esek artinya perselisihan atau pertengkaran. Namun akhirnya Ishak memilih untuk mengalah dan mencari sumur yang lain.
Teman-teman, jika kita memiliki sesuatu, barang atau mainan dan direbut oleh orang lain pasti kita merasa tidak senang atau marah ya. Memang kita harus mempertahankan yang menjadi milik kita, tapi sebaiknya tidak menggunakan kekerasan, tidak perlu berkelahi. Kita bisa membicarakan baik-baik. Apakah kita akan menggunakan mainan itu bersama-sama, atau bisa juga bergantian. Kalian bisa juga meminjamkan mainan itu. Mengalah itu bukan berarti kita kalah ya. Justru dengan mengalah itu kita menunjukkan bahwa kita mengasihi orang lain. Kita cinta damai.
Dengan siapakah kalian pernah mengalah
Klik pada gambar untuk memperbesar
Doaku: Ya Bapa, ajar aku untuk menjadi anak yang tidak egois dan mau mengalah. Aku ingin menjadi anak yang menurut kehendak-Mu, Amin
