Bacaan: 1 Raja-raja 8:22-25
Nats: “Ya TUHAN, Allah Israel! Tidak ada Allah yang seperti Engkau di langit di atas dan di bumi di bawah; Engkau yang memelihara perjanjian dan kasih setia kepada hamba-hamba-Mu yang dengan segenap hatinya hidup di hadapan-Mu.” (1Raja-Raja 8:23)
Mbah Sami punya pohon mangga yang berbuah lebat dan sangat manis di pekarangan depan rumahnya. Ia sudah menanam dan memelihara pohon itu dengan baik selama bertahun-tahun. Jika panen, Mbah Sami membagi-bagikan buah mangganya ke tetangga. Namun, kelebatan buahnya membuat anak-anak yang tinggal di kampung itu jadi sering melempari pohon mangga itu, dengan harapan ada mangga yang jatuh dan bisa dimakan beramai-ramai. Itu membuat Mbah Sami sedih, bagaimana tidak, kadang batu yang dilemparkan anak-anak itu justru memecahkan genting atau jendela rumahnya. Sudah berkali-kali Mbah Sami menasihati anak-anak agar meminta saja buah mangganya, tapi mereka tetap saja melempari pohon mangga itu. Sampai suatu hari, setelah jendelanya kembali pecah terkena lemparan batu, kesabaran Mbah Sami habis juga. Ia berhenti memelihara pohon mangganya dan memotongnya sampai ke akar. Hilang sudah pohon mangga terlebat dan tereenak di kampung itu.
Teman-teman, jika mbah Sami langsung menebang pohon mangga karena anak-anak tetangga sering merusak genting rumahnya meskipun pohon mangga itu berbuah lebat dan enak, tidak demikian dengan TUHAN. Dalam doanya, Salomo menyebut TUHAN sebagai yang memelihara umat-Nya, meskipun umat-Nya sering melakukan dosa. Dengan kasih-Nya, TUHAN merawat dan memelihara umat-Nya, Israel. Jika TUHAN memelihara bangsa Israel, demikian juga TUHAN pasti memelihara hidup dan masa depan kita sebagai anak-anak milik-Nya.
