Bacaan: 2 Tawarikh 3:1-14
Nats: “Ia mulai mendirikan rumah itu dalam bulan kedua, pada tahun keempat pemerintahannya.” (2 Tawarikh 3:2)
Teman-teman, di samping ini adalah gambar Bait Suci yang dibangun oleh raja Salomo setelah empat tahun menjadi raja. Bait Suci didirikan di gunung Moria, di mana Tuhan menampakkan diri kepada Daud, ayahnya.
Tentu kalian sudah membaca dengan cermat bacaan kita hari ini. Nah…sekarang jawablah pertanyaan di bawah ini tanpa membuka Alkitab :
- Berapakah ukuran dasar Bait Suci?
- Berapakah ukuran depan ruang besar Bait Suci ?
- Berapakah ukuran ruang maha kudus ?
Teman-teman, jika dibandingkan dengan kebanyakan gereja jaman sekarang, mungkin Bait Suci kecil saja, tetapi pada masa itu membangun rumah dengan ukuran 60 hasta x 20 hasta (setara dengan 12 m x 9 m = 108 m) tentu sangatlah besar. Apalagi bangunan Bait Suci sangat tinggi dengan ukuran 35 hasta, setara dengan 15,75 m. Tentu dibutuhkan banyak sekali bahan untuk membangunnya. Wah…..pasti membutuhkan banyak biaya, tetapi Salomo tidak kuatir sebab Salomo yakin bahwa Tuhan akan mencukupkan kebutuhan pembangunan Bait Suci.
Yuk…kita belajar dari raja Salomo yang tidak kuatir karena dia yakin Tuhan akan menyertainya. Jika saat ini kamu merasa kuatir tentang seuatu hal, datanglah kepada Tuhan seperti yang dialkukan oleh Salomo sebab Tuhan siap menolong.
Doa: “Bapa, ingatkan aku, bahwa aku mempunyai Tuhan yang akan selalu menolong siap menolong dalam kedaan apapun juga, Amin.”