Bacaan: Markus 9:50
Nats: “Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain.” (Markus 9:50)
Dwiki memang tidak mau bergabung dengan geng, dia selalu menolak jika ditawari. Dwiki juga tidak suka ikut campur dengan urusan orang lain. Jadi apapun yang dialami oleh orang lain ia tidak peduli.
Suatu hari, Dwiki melihat Angga dipukuli oleh kumpulan anak-anak gaul yang terkenal di sekolahnya. Seperti biasa ia memutuskan untuk pergi saja, tidak usah menolong Angga.
Minggu ini, Dwiki mendengar kotbah bapak pendeta tentang perumpamaan garam. Dalam khotbahnya pak pendeta berkata hidup manusia hendaknya seperti garam, yang berguna bagi orang lain. Mendengar khutbah pak pendeta, Dwiki tidak bisa tidur karena ia teringat nasib Angga. Apa kabar Angga ya? Apakah ia selamat dan baik-baik saja?
Dari cerita teman-teman di sekolah, Angga dirawat dirumah sakit karena mengalami luka-luka. Dwiki menyesal tidak melakukan tindakan saat kejadian Angga sedang dikeroyok. Dalam hatinya ia berjanji untuk lebih peduli pada orang yang membutuhkan pertolongan.
Doaku: Tuhan Yesus, ingatkan aku untuk selalu peduli dan mengasihi sesamaku, Amin.
