Katakan, “Cukup” Pancaran Air Hidup Junior 15 Juni 2025

15 June 2025

Bacaan: Bilangan 11: 31-35
Nats: “Sebab itu dinamailah tempat itu Kibrot-Taawa, karena di sanalah dikuburkan orang-orang yang bernafsu rakus.” (Bilangan 11: 34)

Gugu adalah seekor anjing yang tamak atau rakus. Suatu hari, Gugu berjalan sambil menggigit sepotong daging segar. Ketika menyusuri sungai yang airnya sangat jernih. Ia melihat seekor anjing lain yang juga sedang menggigit sepotong daging. Gugu menginginkan daging itu. Pikirnya, makan dua daging segar pasti nikmat dan kenyang. Gugu berusaha untuk merebutnya. Gugu mengejar anjing itu sampai masuk sungai. Tapi Gugu tidak tahu bahwa yang dia kejar sebenarnya adalah bayangannya sendiri. Akibatnya, daging yang ia gigit malah tercebur ke dalam sungai dan ia pun gagal makan daging segar.

Wah, Gugu ada-ada saja, ya teman-teman. Ia ingin memiliki semuanya malah akhirnya tidak dapat apa-apa. Itulah sebabnya Tuhan tidak suka pada ketamakan. Orang yang tamak selalu memikirkan dirinya sendiri. Dia selalu merasa apa yang dimilikinya kurang. Dia cemas jika melihat orang lain memiliki sesuatu yang lebih. Dan akhirnya berusaha untuk merebut milik orang lain itu.

Jadi, teman-teman, supaya anak-anak Tuhan tidak jadi anak yang tamak; maka katakanlah, “cukup!” pada apa yang teman-teman miliki saat ini.

Tamak artinya sama dengan rakus. Lalu apa lawan dari ‘rakus’?

Doaku: Terima kasih, ya Tuhan atas kemurahan-Mu padaku dan keluargaku. Amin.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak