Bacaan: Amsal 15:1
Nats: Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah (Amsal 15 : 1)
Teman-teman, konflik seringkali tidak dapat dihindari dalam kehidupan keluarga. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena setiap anggota keluarga mempunyai keinginan yang berbeda-beda. Ada yang memaksakan keinginannya, tetapi ada juga yang menuruti pendapat orang lain. Namun, bagaimana sikap kita dalam menangani konflik tersebut yang akan menentukan hasilnya.
Salah satu penyebab konflik dalam keluarga adalah kata-kata kasar yang keluar karena jengkel atau marah. Kata-kata kasar menyebabkan orang lain sakit hati. Firman Tuhan di kitab Amsal 15:1 mengingatkan dan mengajarkan kita tentang pentingnya menjawab dengan lemah lembut ketika kita menghadapi konflik. Amsal mengungkapkan bahwa jawaban yang lembut tidak hanya mencerminkan kebijaksanaan tetapi juga meredakan kegeraman dan menciptakan suasana damai. Sebaliknya, kata-kata yang keras dan pedas justru membangkitkan amarah, memperburuk emosi, serta menimbulkan pertengkaran.
Mari Sejenak Merenung:
- Ketika menghadapi konflik lakukan jeda.
- Jeda berarti sejenak bernapas dan merenungkan respons yang bijak dan tepat sebelum menjawab.
- Jeda dapat membantu mencegah amarah.
- Ketika terlibat dalam konflik, usahakan menggunakan bahasa yang sopan dan penuh pertimbangan.
- Pergunakan nada percakapan yang lemah lembut sebab dapat mengubah situasi yang berpotensi meledak dan dapat meredakan amarah.
Doaku: Tuhan sang sumber kebijakan, tolonglah aku untuk menjadi bijak dalam menangani konflik. Berikanlah aku kemampuan untuk berkata-kata dengan lemah lembut agar dapat meredakan kegeraman. Amin