Aman Di Dalam “Kapal” Tuhan Pancaran Air Hidup Junior 12 Januari 2026

12 January 2026

Bacaan: Kejadian 7:17-22
Nats: Lalu mati binasalah segala yang hidup, yang bergerak di bumi, burung-burung, ternak dan binatang liar dan segala binatang yang merayap, yang berkeriapan di bumi, serta semua manusia (Kejadian 7:21)

Teman-teman, pernahkah kamu mengalami hujan yang tiada hentinya selama 1 hari dan menyebabkan rumahmu kebanjiran? Apa yang kalian lakukan ketika air hujan masuk rumah? Wah….pasti heboh ya sebab seluruh anggota keluarga harus membersihkan lumpur yang ditinggalkan oleh air hujan.

Dalam bacaan kita hari ini juga berkisah tentang hujan yang sangat deras. Hujan itu bukan hanya 1 atau 2 hari tetapi selama 40 hari. Dan hujannya sangat deras. Akibatnya seluruh permukaan bumi tertutupi oleh air, bahkan gunung yang sangat tinggipun tidak kelihatan. Hal ini menunjukan betapa hebatnya hujan yang turun ke bumi.

Hujan yang sangat deras itu membuat semua makhluk hidup—burung, hewan ternak, binatang liar, dan semua manusia—mati binasa. Mengapa hal menyedihkan ini terjadi? Karena mereka berada di luar bahtera. Mereka tidak mau mendengarkan peringatan Tuhan untuk bertobat dari kejahatan.

Siapa yang selamat? Nuh dan keluarganya. Kenapa mereka selamat? Apakah karena Nuh jago berenang? Bukan! Mereka selamat karena mereka taat pada Tuhan. Salah satu ketaatan yang ditunjukkan Nuh adalah Tuhan menyuruh membuat bahtera (kapal besar) dan masuk ke dalamnya, Nuh menurut.

Aktivitas : Membuat Bahtera

  1. Buatlah sebuah kapal-kapalan dari kertas (minta tolong papa/mama atau kakak jika belum bisa melipatnya).
  2. Di sisi kanan kapal, tuliskan namamu. Di sisi kiri kapal, tuliskan kata “TAAT”.
  3. Taruh kapal itu di atas air dalam baskom. Lihatlah bagaimana kapal itu mengapung dan tidak tenggelam.

Doaku: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah penjagaku dan keluargaku. Ajar kami untuk selalu taat mendengar suara-Mu seperti Nuh, supaya kami selalu aman dalam lindungan-Mu, Amin.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak