Bacaan: Yesaya 43:22–28
Nats: Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu. (Yesaya 43:25)
Sudah beberapa hari ini, wajah Sisca penuh dengan senyum sebab ia sudah berbaikan lagi dengan sahabatnya. Ia senang sekali sebab Dahlia sudah memaafkan kesalahannya. Bahkan ketika ia meminta maaf kepada Dahlia, Dahlia sudah melupakan kesalahannya. Itulah yang membuat hati Sisca sangat gembira.
Jika Sisca begitu gembira karena kesalahannya dimaafkan oleh sahabatnya, apalagi kit ajika kesalahan kita dimaafkan oleh Tuhan. Pada ayat 25 Tuhan berkata bahwa Ia menghapus pelanggaran kita dan tidak mengingat-ingat dosa kita lagi. Bukan karena kita hebat, tapi karena kasih dan nama Tuhan begitu besar dan mulia. Wah… bahagianya hati kita karena Tuhan tidak mengingat-ingat kesalahan kita.
Kalau Tuhan bisa melupakan dosa kita, kita pun bisa belajar untuk melupakan kesalahan orang lain. Mari kita bersikap seperti Tuhan: tidak suka mengungkit masa lalu orang lain.
Aktivitas: Penghapus Dosa
Gambarlah penghapus dan tulis di atasnya: “Tuhan menghapus dosaku.” Di bawahnya, tulis satu kesalahan yang sudah kamu akui kepada Tuhan. Setelah itu, hapus tulisan itu sebagai tanda Tuhan sudah mengampuni.
Doaku: Tuhan Yesus, ampunilah aku jika aku tidak bisa melupakan kesalahan orang lain, bahkan aku masih mengungkit-ungkitnya sampai hari ini, Amin