Bacaan Alkitab: 1 Tawarikh 12:16-22
Nats: Lalu keluarlah Daud menyongsong mereka (1 tawarikh 12:17a)
Di sebuah desa tinggallah seorang kakek tua miskin. Ia bernama Geppetto. Ia tinggal seorang diri. Pekerjaannya hanyalah seorang pemahat kayu. Di tengah rasa kesepiannya dia memutuskan untuk membuat sebuah boneka kayu yang dia pahat dari cabang pohon. Dia bekerja dengan sangat detail dan berhati-hati. Sambil membuat boneka tersebut, kakek tua itu bergumam dalam hati, “Kamu akan menjadi anakku dan aku akan memberi nama kamu PINOKIO”.
Ada sesosok peri yang berbaik hati, peri ini tidak tega melihat kesepian kakek Geppetto. Lalu sang peri menyihir boneka itu sehingga bisa berbicara dan bergerak layaknya manusia. Ada yang menarik dari Pinokio, saat dia berkata bohong maka hidungnya akan bertambah panjang seperti batang kayu. Tetapi saat Pinokio berkata sejujurnya, hidungnya akan kembali seperti semula. Saat Pinokio berkata jujur, kakek Geppetto tidak lagi marah dan memaafkan pinokio. Wah senang sekali ya kalau dimaafkan kesalahannya.
Begitu juga yang dilakukan Daud. Ada orang-orang yang selama ini memusuhi Daud, tentu hal itu menyedihkan hati Daud. Tetapi saat orang-orang itu meminta maaf kepada Daud, maka Daud pun memaafkannya dan mereka berteman kembali. Bahkan orang-orang itu menjadi teman baik bagi Daud dan menjaga Daud dari orang-orang yang hendak berbuat jahat kepada Daud.
Wah…senang sekali ya kalau ada teman yang bersalah kemudian meminta maaf kepada kita. Apapun kesalahan teman itu harus memaafkan. Begitu juga sebaliknya. Mengapa kita harus mau memaafkan? Karena Tuhan pun sudah memaafkan kita terlebih dahulu. Menyenangkan bukan hidup tenang dan bersahabat dengan semua orang.
Aktivitas: Tentu kalian pernah memaafkan teman yang berbuat salah kan? Ceritakan pengalaman itu ya!
Doa : Tuhan, beri aku hati yang sabar untuk mau memaafkan teman yang bersalah. Amin
Tuhan mengampuni semua orang yang berdosa.