Hamba Yang Berdusta Pancaran Air Hidup Junior 10 Oktober 2023

10 October 2023

Bacaan: 2 Raja-raja 5:21-27
Nats:
“…Baiklah berikan kepada mereka setalenta perak dan dua potong pakaian..” (2 Raja-Raja 5: 22)

Suatu hari ada seorang anak yang ingin membeli jajan di warung. Tetapi dia tidak punya uang. Lalu dia berpikir: “bagaimana caranya supaya aku bisa membeli jajan yang aku inginkan ya?” Ah! Kemudian dia mendapatkan sebuah ide. Dia pergi ke warung tempat biasa dia beli jajan, kemudian mengatakan kepada penjaga warung: “bu, aku mau beli yang itu, kata mamaku aku disuruh hutang dulu. Nanti dibayar kalau mamaku pulang kerja ya.” Teman-teman, apakah dicerita tadi mamanya berkata seperti itu? Ternyata, itu adalah ide yang dipunyainya ketika berpikir bagaimana cara mendapatkan jajan yang dia inginkan. Ketika mamanya pulang bekerja, ibu penjaga warung memanggil mama anak tersebut dan berkata: “ibu, tadi anaknya hutang beli jajan katanya disuruh ibu. Jangan lupa dibayar ya.” Ibunya yang baru pulang kerja kebingungan tetapi tetap membayar hutang anaknya. Lalu ketika pulang, ibu dari anak tersebut marah dan menasehati agar dia tidak berbohong dan mengulangi hal tersebut. Karena itu adalah perbuatan yang tidak baik.

Kisah tadi mengingatkan kita teman-teman, tentang firman Tuhan yang kita baca, yang bercerita tentang Gehazi yang memakai nama Elisa untuk mendapatkan hadiah dari Naaman. Padahal, diayat 16, Elisa sudah menolak dan berkata tidak akan menerima apa-apa dari Naaman. Hal itu karena Elisa yakin bahwa Allah memang ingin menyembuhkan Naaman dari sakitnya dan Elisa hanyalah perantara Allah. Namun, Gehazi merasa tergoda dengan hadiah yang ditawarkan Naaman.

Salin dan jawablah pertanyaan berikut ini di selembar kertas.

  1. Sakit yang diderita namaan adalah …_______________________.
  2. Nama hamba Elisa yang mengambil hadiah pada Namaan adalah ___________.
  3. Hadiah yang diminta hamba Elisa kepada Naaman adalah ___________________________________________________________.

Doa: Tuhan ajar aku untuk tidak mengambil keuntungan dengan cara membohongi orang lain. Amin.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak