Seorang Diri Pancaran Air Hidup Junior 1 November 2021

1 November 2021

Bacaan: Kejadian 2:4b-9
Nats: “……di situlah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.” (Kejadian 2:8b)

Nindya murid kelas 5 SD. Sejak menyebarnya virus Corona, seluruh kegiatan belajar di sekolah dilakukan di rumah secara online. Hari ini ibu dan adik Nindya yang berumur 6 bulan harus imunisasi di Puskesmas. Sedangkan ayah Nindya bekerja di kantor. Ibu meminta Nidya untuk tinggal di rumah sebentar saja karena Nindya harus mengerjakan tugas yang diberikan oleh ibu gru. Nindya bersedia ditinggal sendirian, apalagi Puskesmas letaknya tidak jauh dari rumahnya. Ibu dan adik berjalan kaki saja ke Puskesmas.

Awalnya Nindya biasa-biasa saja ditinggal seorang diri di rumah, tetapi lama kelamaan ia merasa tidak nyaman karena biasanya ia mendengar suara tangi adiknya, sekarang terasa sepi. Untuk mengatasi rasa sepinya, Nindya mengerjakan tugas sekolah berpindah-pindah tempat, tetapi tetap saja tidak nyaman karena tidak ada orang yang bisa diajak berbicara.

Apa yang dialami Nindya, juga dialami oleh manusia pertama yang diciptakan di taman Eden. Ia seorang diri saja di taman Eden. Meskipun Tuhan mencukupkan seluruh kebutuhan manusia itu, tetapi manusia pertama itu tidak mempunyai teman untuk diajak berbicara, bermain dan tertawa bersama. Wah…..memang tidak nyaman ya jika hanya seorang diri saja. Bagaimana denganmu? Coba ceritakan pengalamanmu ketika kamu seorang diri saja di rumah atau ketika tidak ada teman yang mengajak kamu berbicara. Tulislah pengalamanmu pada selembar kertas.

Doaku: “Tuhan Yesus, ajarlah aku untuk takut ketika harus seorang diri saja, Amin.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak