Bacaan: Lukas 1:1-4
Nats: “Theofilus yang mulia…setelah aku menyelidiki…, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu.” (Lukas 1:1a dan 3)
Jika kita belajar di sekolah, biasanya kita membaca, mengerjakan tugas, dan mencatat pelajaran. Mengapa sih kita harus mencatat toh kita sudah mendengar dan paham yang diajarkan bapak atau ibu guru? Ini alasannya. Sekalipun kita diberkati otak untuk mengingat, tetapi daya ingat otak kita juga terbatas, makanya kita kadang-kadang lupa akan sesuatu yang pernah kita dengar. Dengan mencatat maka membantu kita untuk merekam
apa yang pernah kita dengar.
Lukas adalah salah satu saksi dari kehidupan, pelayanan, dan kematian TuhanYesus. Agar tidak lupa, maka Lukas mencatat semua peristiwa yang dia ingat itu dan hasil tulisannya itu diberikan kepada kepada Theofilus. Cerita Lukas bagi Theofilus dalam bentuk tulisan itu ternyata ada lho hingga hingga kini. Yang kemudian dikenal kitab Injil Lukas.
Menulis itu ternyata sangat berguna, bukanhanya agar kita tidak lupa tetapi juga bisa menjadi berkat bagi orang lain, bahkan orang yang tidak kita kenal.
Nah teman-teman, coba tuliskan pengalaman atau kata-kata baik yang pernah kamu dengar agar dibaca oleh orang lain. Tuliskanlah pada selembar kertas.
Doaku: “Tuhan, ajarlah aku untuk selalu mencatat kebaikankebaikanMu agar aku ingat bahwa Engkau mengasihi aku, Amin”