Khotbah Tutup Tahun 2016

Bacaan 1         : 1 Raja-raja 3:5-14
Bacaan 2         : —
Bacaan 3         : Yohanes 8:12-19

Tema Liturgis  : Kehadiran Kristus Memberi Terang Hidup
Tema Khotbah: Terang Allah, hikmat yang dari Allah  adalah sumber kehidupan.

Keterangan Bacaan

1 Raja-raja 3:5-14

Salomo adalah simbol seorang yang berhikmat. Alkitab memberitahu kita bahwa hikmat Salomo tak tertandingi oleh manusia lain. Dari tulisan-tulisannya, seperti Amsal dan Pengkhotbah, kita dapat melihat kebijaksanaan Salomo.
1 Raja-Raja 3 memberi kita gambaran yang mendetil tentang bagaimana ia memperoleh hikmat.

Raja Salomo MEMPERSEMBAHKAN KORBAN untuk TUHAN (ay.4)

1 Raja-Raja 3:4 Salomo mempersembahkan korban ini bukan di atas namanya sendiri. Dia mempersembahkan korban bakaran ini kepada Allah atas pihak semua umat Israel. Kita dapat melihat ini di 2 Tawarikh 1:1-6:

Raja Salomo memiliki KERENDAHAN HATI (ay.5-9).

Berfirmanlah Allah: “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.”
Allah mengizinkan Salomo untuk meminta apa saja yang dia mau.

1 Raja-Raja 3:6-9 Lalu Salomo berkata: “Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada hambaMu Daud, ayahku, sebab ia hidup di hadapanMu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau; dan Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini. Maka sekarang, ya TUHAN, Allahku, Engkaulah yang mengangkat hambaMu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman. Demikianlah hambaMu ini berada di tengah-tengah umatMu yang Kaupilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya. Maka berikanlah kepada hambaMu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umatMu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umatMu yang sangat besar ini?”

 

Yohanes 8:12-19

Pernyataan Akulah terang dunia membawa kesan yang kaya bagi umat Israel. Pernyataan ini bukan hanya sekadar teologia. Ada berkat bagi orang yang menerapkannya: ia akan mempunyai terang hidup, yaitu terang yang menghasilkan hidup, sama seperti Roti Hidup menghasilkan hidup.

Tema terang dunia tidak diteruskan secara terang-terangan dalam pasal ini, karena orang-orang Yahudi menantang hak Tuhan Yesus untuk bersaksi mengenai diri-Nya sendiri. Ungkapan terang dunia, yang merupakan latar belakang pasal 9, diulangi dalam pasal 9:5. Tema ini mencapai puncak pada akhir pasal 9. Di situlah Tuhan Yesus meringkaskan seluruhnya dengan berkata bahwa orang buta melihat terang, dan orang yang dapat melihat, buta terhadap terang.

Akulah terang dunia. Latar belakang pertanyaan ini mungkin adalah kebiasaan menyalakan lilin di atas kandil di Serambi Perempuan (di mana terdapat perbendaharaan Bait Allah, ay. 20) sepanjang hari raya Pondok Daun, dan awan penuh kemuliaan ketika pengembaraan di padang gurun yang dilambangkan oleh lilin-lilin itu, dan juga terang penciptaan (1:4, 9), yang kini dipahami secara rohani. Dia adalah terang hidup.

 

Benang Merah Tiga Bacaan

Terang Allah, hikmat yang dari Allah  adalah sumber keselamatan.

 

RANCANGAN KHOTBAH:  Bahasa Indonesia

Pendahuluan

Kejadian 1:3-5a, Setelah menciptakan langit dan bumi maka Allah menciptakan terang. Terang memungkinkan manusia untuk hidup dan bertumbuh, menghadirkan karyaNya.

Di Jawa kita bersyukur listrik  aman terkendali, hal ini berbeda dengan yang di luar pulau Jawa, di sana listrik sering padam. Sehingga adalah sebuah realita kala sekeluarga jemaat berpindah ke luar pulau jawa, tetapi belum dalam hitungan tahun, mereka kembali ke Jawa lagi, walau mereka mengalami kerugian yang tidak kecil karena beberapa harta tidak bergerak sudah terlanjur dilepas. Masalahnya mengapa kembali ke Jawa, adalah karena di luar Jawa (Kota X) sering mati lampu gelap, anaknya tidak kerasan dan beberapa alat bermain mereka tidak fungsi jika lampu mati.

 

Isi

Jemaat yang mengasihi Kristus, dengan memanjatkan puji syukur dan hormat kepada Allah kita merasa lega karena kini kita telah berdiri di penghujung Tahun 2016.

Bacaan Injil kita berbicara tentang Tuhan Yesus adalah Terang:  “Akulah terang dunia,  barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” Orang Farisi mempertentangkan, mereka tidak terima jika Yesus adalah terang dunia, karena itu artinya menempatkan diri sebagai Tuhan. Terang bagi orang Yahudi berkonotasi sebagai Tuhan, Allah.

Bacaan ini menjadi ajang di mana Yesus menjelaskan bahwa keberadaan diriNya adalah memang Terang Dunia, dan barang siapa mengikut Dia, Ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup. Hidup dalam terang artinya hidup sesuai dengan kehendak Allah.

Mari kita sejenak menelusuri hidup kita di tahun 2016 kemarin! Berapa kali saat bertatap dengan problem, terangNya menyelamatkan kita? Berapa sering terangNya melindungi kita dari kesulitan dan berbagai petaka yang bagai ranjau siap ternganga siaga menghancurkan hidup kita? TerangNya menjadi sumber rahmat yang tiada tara, boleh dinikmati tanpa batas kadaluarsa.

Namun, pada bilik lain, kita pasti juga menemukan bahwa terang Kristus seolah musuh kita, kita enggan hidup dibersihkan oleh Sang Terang. Kita kurang suka dengan segala kebaikan/ terang Tuhan, karena kadang merasa tersakiti untuk meninggalkan kejahatan diri.

Jemaat yang mengasihi Kristus. Kristus bukan hanya pembawa terang tetapi dengan gigih menyatakan diriNya sebagai Sang Terang. “Akulah terang dunia”. Menjadi Kristen artinya juga adalah menjadi terang, imbas dari relasi kedekatan kita dengan Kristus. Karena kekeristenan adalah seperangkat pola hidup yang berteladan, berporos pada Kristus Sang Terang itu sendiri.

 

Penutup

Jemaat, menutup Tahun 2016 ini, mari kita mencontoh Salomo, ayat 6-9 “Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada hambaMu Daud, ayahku, sebab ia hidup di hadapanMu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau; dan Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini. Maka sekarang, ya TUHAN, Allahku, Engkaulah yang mengangkat hambaMu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman. Demikianlah hambaMu ini berada di tengah-tengah umatMu yang Kaupilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya. Maka berikanlah kepada hambaMu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umatMu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umatMu yang sangat besar ini?”

Artinya Salomo meminta himat dari Allah, kata lainnya Salomo meminta diberi terang yang dari Allah supaya ia bisa memimpin rakyatnya. Permohonan yang sangat tepat karena Allah adalah Sang Terang itu sendiri, sumber dari segala hikmat dan kebijakan bahkan sumber kehidupan.

Berbagai prediksi tentang bagaimana rupa tahun 2017 sudah ramai mengetengah. Pengalaman mengajari kita bahwa kala terang benar-benar menjadi poros hidup kita, hidup kita bak lilin yang bersinar,  maka amanlah jalan kita. Walau harus melewati berbagai pematang, langkah kita pasti sebab Sang Terang, Yesus Kristus hadirnya menyelamatkan. Selamat meninggalkan 2016 dan selamat menyongsong 2017 bersama Allah Sang sumber terang. Amin. [Evi]

 

Nyanyian: KJ 424 : 1,2,3

 

 —

RANCANGAN KHOTBAH: Basa Jawi

Bebuka

Bakda nitahaken langit lan bumi, tumunten Gusti Allah nitahaken pepadhang. Pepadhang murugaken manungsa saged gesang lan tuwuh ndhatengaken pakaryanipun Allah.

Ing tanah Jawi kita saos sokur dene listrik gesang kanthi sae. Menika benten kaliyan kawontenan ing pulo sanesipun, ing ngrika listrik asring pejah. Pramila boten ngungunaken menawi wonten kulawarga pasamuwan jengkar dhateng pulo sanes, nanging nembe sawarawis wekdal lajeng wangsul malih dhateng tanah Jawi, nadyan kulawarga menika ngalami kerugian ingkang boten sekedhik karana sawatawis bandha sampung kadhung kasade. Kulawarga menika wangsul malih dhateng tanah Jawi karana lampu asring pejah, peteng, putranipun boten krasan.

 

Isi

Pasamuwan ingkang nresnani Gusti, kanthi ngunjukaken puji sokur lan kaluhuran dhumateng Gusti Allah kita rumaos lega karana kita samangke sampun tumapak ing pungkasaning taun 2016.

Waosan Injil kita dhawuhaken bab Gusti Yesus minangka Pepadhang: “Aku iki Pepadhanging jagad. Wong sing ngetut buri Aku bakal olèh pepadhang sing nguripi. Wong mau ora bakal mlaku ing sajroning pepeteng.” Tiyang-tiyang Farisi sami nglawan, boten trima menawi Gusti Yesus jumeneng Pepadhanging jagad, karana meneika ateges Panjenenganipun mapanaken dhirinipun minangka Gusti. Menggahing tiyang Yahudi ingkang jumeneng Pepadhang menika inggih Gusti Allah.

Waosan menika dados wahana Gusti Yesus nerangaken bilih Panjenenganipun pancen Pepadhanging jagad, sinten ingkang ndherek dhateng Panjenenganipun boten badhe lumampah ing pepeteng, nanging nampeni pepadhang ingkang murugaken karahayon. Gesang ing pepadhang tegesipun gesang selaras kaliyan karsanipun Allah.

Sumangga kita sawatwis tumoleh dhateng gesang kita ing taun 2016 ingkang sampun lumampah! Kaping pinten kita ngalami rubeda lan pepadhangipun Gusti nylametaken gesang kita? Kaping pinten pepadhangipun Gusti ngreksa kita saking pakewet lan prahara ingkang nedya ngremuk gesang kita? pepadhangipun Gusti dados tuking sih rahmat ingkangtanpa wates, ingkang sampun raosaken.

Ewasamanten, tamtu kita ugi manggihaken bilih pepadhangipun Sang Kristus kados dados mengsah kita, kita rumaos wegah gesang dipun resiki dening Sang Pepadhang. Kita boten patos remen dhateng kasaenan pepadhangipun Gusti, karana kita rumaos sakit nilaraken piawon kita.

Gusti Yesus boten namung rawuh ngasta pepadhang, nanging mbudidaya mujudaken dhiri dados Pepadhang. “Aku iki Pepadhanging jagad.” Dados Kristen tegesipun ugi dados pepadhang, karan kita nampeni sawab rumaketing gesang kita kaliyan Sang Kristus. Kekristenan menika ngalami saranduning gesang ingkang dados tuladha, ingkang punjeripun Kristus Sang Pepadhang menika.

 

Panutup

Mungkasi taun 2016 menika, sumangga kita nulad dhateng Suleman, ayat 6-9: “Dhuh Pangéran, Paduka sampun ngetingalaken sih Paduka ingkang ageng dhateng bapak kawula Dawud, abdi Paduka. Piyambakipun tiyang jujur ingkang netepi dhawuh Paduka kalayan setya. Paduka inggih nglestantunaken sih Paduka dhateng piyambakipun srana maringi anak jaler, ingkang samenika nggentosi piyambakipun dados raja. 3:7 Dhuh Allah, Paduka sampun ngangkat kawula dados raja nggentosi bapak kawula, senajan kawula taksih nèm sanget lan mboten mangertos caranipun nyepeng pepréntahan. 3:8 Kawula wonten ing satengahing bangsa ingkang Paduka pilih dados umat kagungan Paduka piyambak, bangsa ingkang ageng, ingkang mboten saged kaétang cacahipun. 3:9 Awit saking menika dhuh Allah, mugi kersa maringi kawicaksanan dhateng kawula, supados saged ngerèh umat Paduka kalayan adil, saged mbédakaken pundi ingkang saé, lan pundi ingkang awon. Menawi mboten mekaten, kadospundi enggèn kawula saged ngerèh umat Paduka ingkang ageng menika?”

Suleman nyuwun kawicaksanan saking Allah, tegesipun Suleman nyuwun pepadhang saking Allah supados saged mimpin kawulanipun. Panyuwunipun menika sampun trep karana pancen Allah ingkang jumeneng Pepadhang menika, tuking kawicaksanan lan tuking gesang.

Sampun kathah pamawas ingkang kalairaken bab kados pundi taun 2017. Lelampahan memulang dhateng kita menawi kita pepadhang saestu dados punjering gesang kita, gesang kita dados kados lilin ingkang sumunar, gesang kita dados ayem tentrem. Nadyan kedah nglangkungi kathah galengan, lampah kita dados ajeg awit saking Sang Pepadhang, Gusti Yesus tansah nganthi lan milujengaken. Sugeng nilaraken taun 2016 lan mapag taun 2017 sesarengan Gusti Allah Sang tuking pepadhang. Amin. [terj. st]

 

Pamuji: KPK 130: 1, 2, 4.

Bagikan Entri Ini: