Bacaan : Ulangan 30 : 15 – 20 | Pujian : KJ. 269 : 1 – 4
Nats: “kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, …” (ay. 19)
Setiap pilihan, pasti ada resikonya. Kebaikan pasti berbuahkan kebaikan. Sebutlah nitizen yang adalah komunitas masyarakat di dunia digitial. Komunitas digital ini mempunyai dinamika yang menarik. Jika dibandingkan dengan masyarakat konvesional yang terbatas oleh dimensi ruang dan waktu. Masyarakat digital lebih bebas; memungkinkan seseorang menjadi multitasking, dimana saja dan kapan saja bisa mengerjakan sesuatu secara bersamaan (termasuk dengan kegiatan konvensional). Masyarakat digital ini memberikan tawaran pilihan gaya hidup yang bervariasi.
Ayat 15 memberikan pola yang menarik perihal pilihan yang diberikan Allah, yakni kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan. Pola ini berbeda dengan ayat 19, yakni; kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pada ayat 15 pilihan disusun dalam pola diterangkan-menerangkan (DM) sedangkan dalam ayat 19 disusun dalam pola kontradiksi. Justru perbedaan pola ini mempertegas maksud Allah, perihal hakekat masing-masing pilihan yang ditawarkan. Kampanye oleh Allah (ayat 19) agar memilih kehidupan, diyakinkan dengan janji-janji mengenai hidup yang akan dinikmati umat akibat dari pilihannya. Jika kamu memilih jalan berkat maka kamu akan terhindar dari kematian, dan jika kamu menjauhi kutuk, maka kamu akan menikmati kehidupan.Tegasnya, tidak ada orang yang akan menikmati kehidupan jika ia menempuhnya lewat jalan terkutuk!
Revolusi industri 4.0 secara positif telah menghasilkan produk-produk yang semakin memudahkan kehidupan manusia. Namun, karena selalu ada resiko dari setiap hal yang terjadi di dunia yang tidak sempurna ini, maka revolusi industri 4.0 pun membawa dampak negatif. Sebagaimana maraknya pilihan positif yang bisa ditawarkan, demikian halnya dengan makin bervariasinya peluang umat manusia untuk berbuat kejahatan. Modus-modus kejahatan yang berbasis produk revolusi industri 4.0, telah kita rasakan. Hal ini merubah secara signifikan tingkat kejahatan manusia. Namun, Allah dengan tegas berfirman, ”Jangan tergiur dengan semua tawaran itu! Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup!” (wa-one)
“Nasib itu bukan persoalan peluang, tetapi murni pilihan hidup”