Philipp Melanchthon Renungan Harian 8 Desember 2019

Bacaan : Matius 3 : 1 – 12  |    Pujian  : KJ. 85
Nats
: “… Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya ” (ay.3b)

Philipp Melanchthon

Philipp Melanchthon lahir di Bretten – Jerman, 17 Februari 1497. Dia adalah seorang profesor dan teolog dari Jerman. Namanya jarang didengar, tetapi dia berperan penting bagi reformasi Martin Luther. Apa saja yang pernah dilakukannya? Luther bersama dengan Melanchthon menterjemahkan Alkitab dari bahasa Yunani ke dalam bahasa Jerman. Pada tahun 1530 Melanchthon juga menyusun Konfesi Augsburg yang didasarkan pada 95 dalil yang telah ditempelkan Luther di gerbang gedung gereja Wittenberg pada 31 Oktober 1517.  Luther yang tampil di panggung dan Melanchthon yang bekerja bersamanya di belakang layar. Walaupun namanya tidak seterkenal Luther, itu tidak menjadi permasalahan besar bagi dirinya. Bahkan sepanjang hidupnya, Melanchthon terus berbuat sesuatu untuk memajukan buku-buku Luther.

Sama halnya dengan Melanchthon, itu juga yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis. Yohanes mengakui bahwa perannya adalah menyiapkan jalan bagi kedatangan Yesus. “…..Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya” (ay.3). Yohanes mengingatkan semua orang yang mendengarkan pengajarannya untuk bertobat menyambut kedatangan Yesus Sang Juruselamat. Yohanes tahu siapa dirinya, dia tidak menyombongkan diri. Bahkan dia tidak mengenalkan diri sebagai Mesias, walaupun banyak orang yang datang kepadanya untuk dibaptis. “… Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api” (ay.11). Yohanes sadar akan tugasnya. Walaupun perannya sangat penting untuk menyiapkan kedatangan Yesus, tetapi Yohanes tetap rendah hati. Yohanes membuka jalan supaya kedatangan Yesus diterima dengan baik oleh banyak orang.   

Seringkali manusia merasa susah untuk mengakui prestasi atau keunggulan dari orang lain. Manusia merasa dirinya yang paling hebat. Persaingan untuk menjadi nomer satu terjadi dimana-mana. Di dunia pendidikan, di dunia kerja, bahkan di dalam rumah sekalipun. Semua berlomba-lomba menjadi nomer satu. Biarlah kita memiliki sikap seperti Melanchthon dan Yohanes Pembaptis. Rendah hati, berani mengakui prestasi atau keunggulan dari orang lain. Sehingga masing-masing dapat melakukan tugasnya dengan sukacita tanpa persaingan.  (cha)

 “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (Yohanes 3:30)

 

 

Bagikan Entri Ini:

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •