Utusan Yang Setia Renungan Harian 6 Juli 2019

6 July 2019

Bacaan :  Lukas 9 : 1 – 6    |   Pujian  :  KJ. 426 : 1, 3
Nats: “Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit.” (ay.1)

Saya pernah menjadi utusan GKJW mengikuti Konsultasi Nasional Revisi Alkitab Terjemahan Baru (TB2) pada tahun 2018 yang lalu di Bogor. Sebagai seorang utusan, saya mendapatkan tugas mengikuti rangkaian kegiatan tersebut dari awal sampai akhir. Saya memiliki tugas untuk menyepakati dan menandatangani tentang Revisi Alkitab Terjemahan Baru (TB2) yang akan diterbitkan pada tahun 2020 mewakili GKJW. Dari pengalaman ini saya belajar bahwa menjadi seorang utusan bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan kesungguhan, tanggung jawab dan kesetiaan terhadap tugas yang diemban.

Perikop saat ini menceritakan Tuhan Yesus mengutus kedua belas murid-Nya untuk memberitakan Kerajaan Allah. Sebelum melakukan tugas mereka, Tuhan Yesus memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka. Maksudnya mereka dipersiapkan dan dimampukan agar dalam tugas mewartakan Injil dapat terlaksana dengan baik. Mereka diberi kuasa untuk menguasai setan-setan dan menyembuhkan orang sakit. Dalam hal ini para murid menjadi wakil Tuhan Yesus dalam tugas mereka. Selain itu Tuhan Yesus berpesan agar mereka jangan membawa apa-apa dalam perjalanan. Tujuannya agar mereka hanya berfokus pada Tuhan, tugas dan tanggung jawab mereka. Mereka diajar untuk percaya bahwa dalam tugas pengutusan ini Tuhan menyediakan dan memperlengkapi mereka.

Sebagai umat Tuhan, kita pun diutus untuk memberikan kesaksian tentang karya dan kasih Allah kepada dunia. Kita memiliki tanggung jawab untuk mewartakan Injil Kristus melalui sikap, ucapan dan tingkah laku kita yang mencerminkan kehendak Kristus. Oleh karena itu   hendaknya kita selalu berdoa memohon diberikan kekuatan dan kemampuan dalam mewartakan dan menyaksikan karya dan kasih Kristus pada sesama. Hendaknya kita percaya, tidak kuatir dan tidak ragu-ragu melangkah menjadi utusan Kristus. Dengan selalu mengarahkan diri kepada Tuhan Yesus dan setia dalam tugas pengutusan kita, pasti ada pertolongan, mujizat, dan penyertaan Tuhan pada kita. Mari kita menjadi utusan-utusan Allah yang setia, utusan yang senantiasa melakukan kehendakNya yang benar. (AR).

“Lakukan tugas yang dipercayakan pada kita dengan setia niscaya Tuhan memberkatinya”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak