Kesungguhan Mencari Kristus Pancaran Air Hidup 6 Januari 2023

6 January 2023

Bacaan: Matius 2 : 1 – 12 ǀ Pujian: KJ. 4
Nats:… dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” (Ayat 2).

Matius mempunyai cara khusus dalam menggambarkan kelahiran Yesus kepada para pembacanya. Matius memaparkan peristiwa-peristiwa yang terjadi dan menghubungkannya dengan nubuat-nubuat yang ada dalam Perjanjian Lama. Matius mengajak para pembacanya untuk melihat bahwa kelahiran Yesus di Betlehem merupakan sebuah penggenapan nubuat nabi Mikha. Dengan demikian seharusnya mereka percaya bahwa Yesus adalah Mesias, Raja orang Yahudi.

Orang-orang Majus melihat bintang bersinar lain dari yang lain, mereka percaya bahwa Mesias Sang Juruselamat manusia telah lahir ke dunia. Segera mereka mencari Tuhan Yesus dengan motivasi yang baik, yaitu untuk menyembah-Nya dengan hati yang tulus dan murni. Orang-orang Majus mampu melihat bintang yang bersinar di Timur, yang mengantar mereka bertemu dengan Tuhan Yesus, dan membuat mereka “sangat bersukacita” (Ay. 10). Kenapa mereka bisa melihat bintang itu dan bertemu Yesus? Karena mereka memiliki hati yang bersih dan motivasi yang baik, jauh dari keinginan nafsu jahat dan dosa. Hal ini sangat berbeda dengan Herodes, dia ingin mencari Tuhan Yesus, “pergi…selidiki…lalu kabarkan..supaya aku pun datang menyembah Dia” (Ay. 8). Apakah benar Herodes ingin mencari Tuhan Yesus untuk menyembah-Nya dengan tulus dan murni? Ternyata tidak. Dia tidak benar-benar mencari dan menyembah Tuhan Yesus, tetapi dia memiliki tujuan yang jahat, yaitu “ingin membunuh Yesus” (Ay. 13).

Dalam perjalanan hidup kita sebagai orang percaya, apapun tantangan dan pergumulan hidup yang kita dihadapi, semua itu tidak boleh melunturkan semangat dan kerinduan kita untuk berjumpa dengan Tuhan. Seperti orang-orang Majus, perjalanan hidup orang percaya adalah perjalanan iman yang tidak bebas dari tantangan dan pergumulan hidup: kekenyangan dan kelaparan, susah dan senang, air mata duka dan tawa-ria, kekurangan dan kelimpahan, semua itu pasti terjadi dan akan kita alami. Kendati demikian, semangat dan kerinduan untuk melakukan perjumpaan dengan Tuhan tidak boleh luntur. Apapun tantangan dan pergumulan yang sedang kita hadapi, betapapun berat dan pahitnya masalah hidup kita, kita tidak boleh kehilangan semangat untuk berjumpa dengan Tuhan Yesus dalam hidup. Amin. [Mts].

“Jika kita dengan tulus dan sungguh-sungguh mencari Kristus, maka kitapun akan berjumpa dengan-Nya.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak