Kedatangannya Membawa Damai Sejahtera Pancaran Air Hidup 6 Desember 2023

6 December 2023

Bacaan: Mikha 5 : 1 – 5 | Pujian: KJ. 76 : 2
Nats: “Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.” (Ayat 1)

Pernahkah dalam hidup, saudara merasakan kecil hati, disepelekan oleh orang lain, atau merasa tidak berdaya? Tentunya perasaan-perasaan seperti itu dapat membuat hidup kita menjadi tidak nyaman. Kita merasa  tidak bersemangat dalam menjalani hidup. Hal inilah yang  dialami bangsa Israel saat mereka disepelekan dan ditindas oleh bangsa Asyur.

Pada saat bangsa Israel ditindas oleh bangsa Asyur, mereka sangat menderita sebab secara sosial, ekonomi, maupun politik mereka tidak mendapatkan haknya secara wajar. Hak-hak mereka disepelekan bahkan dirampas. Hal ini membuat bangsa Israel merasa kecil hati. Di tengah rasa terpuruk itu, nabi Mikha mengajak bangsa Israel untuk berseru kepada Tuhan. Sebab telah dinubuatkan nabi Mikha bahwa akan datang seorang gembala dari Betlehem, yang akan menjaga domba-dombanya dan membawa damai sejahtera bagi dunia. Tentu saja yang dimaksud gembala di sini adalah Tuhan Yesus Kristus dan domba-domba itu adalah kita umat Tuhan. Kedatangan Yesus ke dunia membawa damai sejahtera dan kehidupan manusia diubahkan. Setiap orang akan menerima berkat dan hak yang sama. Bahkan Asyur yang tadinya menjajah akan dilawan dan dipukul mundur dari kehidupan bangsa Israel. Kemudian semua orang akan bersukacita menyembah Allah.

Apa yang dialami bangsa Israel ini sungguh menjadi berita sukacita bagi kita. Kita meyakini Tuhan Yesus yang telah datang membawa harapan baru dalam hidup kita. Dialah yang membebaskan umat-Nya dari belenggu penindasan, ketidakadilan, maupun dosa. Untuk itu sudah selayaknya bila kita selalu bersandar kepada Tuhan dan menaati perintah-Nya. Mari kita ikut ambil bagian menyatakan damai sejahtera Tuhan dengan melawan rasa kecil hati, melawan ketidakadilan, melawan penindasan, dan melawan kejahatan. Mari kita mengusahakan hidup rukun, saling mengasihi, mengampuni, dan menghargai. Amin. [Ry].

“Hidup adalah perjuangan maka berjuanglah selalu untuk mewartakan damai sejahtera dari Tuhan.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak