Karena Hikmat Pancaran Air Hidup 4 Mei 2021

4 May 2021

Bacaan:  Yakobus 3 : 17 – 18  |  Pujian:  KJ.  332
Nats:
“Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan  dan buah-buah yang baik,tidak memihak dan tidak munafik.” (Ayat 17)

Dalam kehidupan sehari-hari, di saat kita menggumuli firman Tuhan tentunya kita tidak asing  dengan sebuah kata penghubung “karena”. Kamus Besar Bahasa Indonesia mencatat, kata “karena” berperan sebagai kata penghubung untuk menandai sebab atau alasan. Sebuah  alasan dan sebab akan lebih jelas maknanya bila disertai kata “karena”. Dengan demikian kata “karena” juga merupakan sebuah kata yang dapat digunakan untuk mengungkapkan sebuah dasar pemikiran. Sebuah argumen menjadi kuat dan teguh apabila kita mengetahui dasar karena apa seseorang memiliki argumen tersebut.

Bacaan kita pada hari ini mengajak kita untuk memahami bahwa hikmat (terutama hikmat yang berasal dari Allah) dapat menjadi dasar hidup orang beriman. Dengan hikmat Allah, orang beriman mengaku percaya kepada Kristus serta menjalani hidup mereka dalam tuntunan dan terang Kristus. Dengan kata lain, alasan mereka hidup dalam Kristus dan beriman penuh kepada Kristus karena mereka memiliki hikmat Allah.

Yang menjadi pertanyaan selanjutnya, “Bagaimana caranya agar kita semua dapat hidup seturut dengan hikmat Allah? Salah satu caranya adalah dengan melatih diri. Melatih diri untuk memiliki hati yang murni yang peka, belajar untuk menjadi pendamai yang selalu ramah, menuruti perintah Allah, dan memiliki belas kasihan kepada sesama. Dengan demikian kita dapat memiliki dan menghasilkan buah yang baik dalam hidup kita. Kita akan menjadi seorang yang bijak dan tidak munafik. Marilah saat ini, kita belajar melatih diri untuk hidup berhikmat agar kita dapat menghasilkan buah kebenaran dan damai sejahtera yang didamba oleh setiap umat manusia. (ASN)

“Hikmat-Nya menuntun kita dalam terang, menghibur hati, menguatkan jiwa dan membuat kita selalu siap meski harus berjumpa dengan derita.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak