Gear dan Rantai Renungan Harian 4 Juni 2019

4 June 2019

Bacaan : Kisah Para Rasul 26 : 19 – 32 | Pujian : KJ 417
Nats : “Tetapi oleh pertolongan Allah aku dapat hidup sampai sekarang dan memberi kesaksian kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar.” [ayat 22a]

Sebuah sepeda hanya bisa dikayuh dengan lancar bila setiap mata rantai terhubung dengan baik pada gearnya. Sekali rantai itu lepas dari gearnya, sepeda tidak dapat dikayuh. Begitupun kehidupan orang beriman di dalam Tuhan. Tanpa pertolongan dan campur tangan Tuhan, manusia seringkali tidak bisa berbuat apa-apa, jalan hidupnya tidak berjalan dengan lancar. Seperti gear dan rantainya yang harus terhubung, demikian juga orang beriman harus senantiasa terhubung dengan Tuhannya.
Perjumpaan Paulus dengan Kristus mengubahkan hidupnya secara total. Saulus yang dikenal sebagai penganiaya jemaat, kini menjadi seorang Paulus pembawa kabar baik bagi jemaat. Pertobatan dan panggilannya untuk bersaksi tentang Kristus, telah menjadi gerak hidupnya. Dulu ia taat pada perintah manusia, kini ia taat pada Kristus yang sudah menampakan diri (ay. 19).

Pertobatan dan misinya itulah yang membuat Paulus dianggap sebagai pengkhianat oleh orang-orang Yahudi. Ia dikejar-kejar bahkan hendak dibunuh karena telah mengikut Kristus (ay. 21). Sampai akhirnya Paulus dipenjarakan dan harus membela dirinya dihadapan pemimpin tertinggi yakni Kaisar Agripa. Saat berhadapan dengan Kaisar, Paulus sama sekali tidak gentar, bahkan kesempatan itu digunakan untuk mengabarkan injil. Dasar dari tindakan Paulus ini adalah pernyataan imannya, “Tetapi oleh pertolongan Allah aku dapat hidup sampai sekarang…” Paulus sadar bahwa hanya berkat pertolongan Tuhan ia dimampukan untuk melakukan segala tugas dan pelayanannya.

Pernyataan iman ini hendaknya juga menjadi pernyataan iman kita. Dengan menyadari bahwa hidup ini bergantung pada Allah maka kita akan sampai pada penyerahan diri secara total kepada-Nya. Berserah diri bukan berarti pasrah kepada Allah seperti wayang ditangan seorang dalang. Kita tetap diberikan kebebasan dalam menjalani kehidupan, namun kebebasan itu tetap diarahkan pada kehendak Allah. [TpJ]

“Bebas bukan berarti tanpa batas. Berpikir bebas, bertindak dalam batas”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak