Bacaan: Mazmur 145 : 8 – 14 | Pujian: KJ. 184
Nats: “TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.” (Ayat 9)
Setiap orang tua selalu berharap anaknya dapat menjadi pribadi yang baik, patuh kepada mereka, pintar, berprestasi dan nantinya bisa menjadi “orang”. Bagi sebagian anak yang mampu memenuhi harapan orang tua mereka tersebut, ia akan mendapat pujian, dibangga-banggakan, dan dikasihi sedemikian rupa. Sementara bagi sebagian anak yang dianggap tidak dapat memenuhi harapan orang tua mereka, ia akan dianggap sebagai anak yang tidak baik, anak yang gagal, anak yang tidak bisa dibanggakan, bahkan yang paling buruk sampai dianggap sebagai anak durhaka. Pada akhirnya hal ini berdampak pada perlakuan sebagian orang tua kepada anak mereka dengan mengurangi rasa kasih sayang dan kebaikannya kepada anak mereka tersebut.
Dalam bacaan Alkitab saat ini, Pemazmur ingin mengungkapkan dan menegaskan tentang kebaikan TUHAN yang tiada tanding pada seluruh ciptaan-Nya. Sifat TUHAN yang mengasihi dan menyayangi ciptaan-Nya itu nyata, kebaikan TUHAN itu dinyatakan bagi semua orang dan bagi semua yang dijadikannya. Luar biasa bukan? Tidak cukup berhenti di situ, TUHAN juga menopang mereka yang sedang “jatuh” dan menegakkan kepala mereka yang sedang tertunduk. Artinya Pemazmur menunjukkan bahwa kasih dan kebaikan TUHAN itu tidak terbatas. TUHAN tidak pernah mengurangi kasih dan kebaikan-Nya hanya karena ciptaan-Nya sedang dalam keadaan terpuruk dan gagal. Tidak alasan bagi TUHAN untuk tidak mengasihi dan menyatakan kebaikan-Nya bagi seluruh ciptaan-Nya. Itulah yang disaksikan oleh Pemazmur.
Penegasan tentang kebaikan TUHAN oleh Pemazmur ini mengajak kita untuk berefleksi atas bagaimana laku hidup kita di hadapan TUHAN? Bagi kita yang adalah ciptaan TUHAN dan yang mengaku beriman kepada TUHAN, sudahkah kebaikan TUHAN itu kita salurkan kepada semua orang di sekitar kita? Atau sebenarnya selama ini kita masih memberikan batasan sesuai tolak ukur kita dalam berbuat baik? Mari kita belajar dari kesaksian Pemazmur, TUHAN itu baik dan mengasihi kita semua, tanpa memilih, tanpa batas, dan tidak pernah berkurang kasih dan kebaikan-Nya. Mari kita meluaskan hati kita untuk menebar kasih dan kebaikan kepada siapapun sesuai dengan teladan kasih dan kebaikan TUHAN kepada kita. Amin. [Hiz].
“Allah itu baik bagi semua orang!”