Menyelidiki Hati Pancaran Air Hidup 4 Juli 2025

4 July 2025

Bacaan: Yeremia 51 : 47 – 58  |  Pujian: KJ. 436
Nats: “Babel akan jatuh karena terbunuhnya orang-orang Israel sama seperti jatuhnya orang-orang yang terbunuh di seluruh bumi karena Babel.” (Ayat 49)

Lagu pujian “Tetap Setia” atau “Selidiki Aku” mengajak setiap kita untuk meminta Tuhan senantiasa menelisik hati dan seluruh kehidupan kita – “Apakah kita benar-benar mengasihi-Nya?” Tidak ada satupun yang tersembunyi bagi Allah. Ia tahu seluk-beluk pikiran dan isi hati kita. Jika kita mengasihi Allah, maka hal baik dan positif tidak akan habis dalam hidup kita. Kita akan selalu berjuang untuk hidup takut akan Dia dan selalu setia kepada-Nya.

Babel adalah salah satu bangsa yang berjaya tetapi tidak setia kepada Allah. Allah akan menghancurkan segala sesuatu yang menjadi andalan mereka, yaitu para dewa sesembahan, berhala-berhala, dan patung-patung yang selama ini mereka puja-puja. Para dewa dan berhala andalan mereka berhasil mengarahkan Babel pada perbuatan keji di mata Tuhan. Mereka hidup dalam keserakahan, kekuasaan kotor, dan membunuh banyak orang, termasuk umat kepunyaan Allah. Layaklah bila Allah mendatangkan penghukuman atas Babel. Tuhan Allah siap untuk menghancurkan mereka sampai habis tak bersisa. Babel yang pernah berkuasa, makmur, dan berjaya mengatasi seluruh bumi itu pun akhirnya hancur lebur atas hukuman Allah karena hidup yang mereka bangun ada di bawah kuasa Iblis dan kejahatan.

Mari kita sesering mungkin menelisik hati, pikiran, dan kehidupan kita masing-masing. Setiap kita pasti memiliki kekuatan, kehebatan, pernah ada di masa kejayaan, memiliki suatu jabatan, kekayaan, kedudukan yang memberikan kita sebuah kekuasaan. Dari mana asalnya? Siapa yang kita andalkan? Untuk apa selama ini semuanya itu? Marilah perlahan-lahan kita mengoreksi diri kita. Apakah semua itu kita terima dengan hati yang tunduk dan takut akan Tuhan? Apakah semuanya itu memberi dampak positif pada kehidupan di sekitar kita dan berhasil menyenangkan hati Tuhan, sesuai dengan ketetapan-ketetapan-Nya? Bila tidak ada kejanggalan yang mengganggu hati nurani, bila tidak ada pihak-pihak lain yang terganggu dan merugi, maka kekuatan, kehebatan, kejayaan dan kekuasaan yang kita miliki masih dalam pengaruh kuat kuasa Roh Kudus. Namun bila sebaliknya, bersiaplah untuk menyambut penghukuman Tuhan, selayaknya Ia melakukan pembalasan pada Babel yang jahat. Mari menyelidiki hati kita! Amin. [Prst].

“Selidiki dan lihat hatiku, apakahku sungguh mengasihi-Mu, Yesus?”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak