Bacaan: Yohanes 1 : 10 – 18 | Pujian: KJ. 140
Nats: “Namun, semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya hak supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.” (Ayat 12)
Ketika sebuah keluarga dikarunia seorang anak, maka orang tua akan memberi nama anaknya itu dan segera menguruskan akta kelahiran si anak di kantor pencatatan sipil. Di akta kelahiran itu disebutkan nama si anak, nama ayah dan ibu dari anak itu. Akta kelahiran ini menjadi bukti sah secara hukum bahwa anak itu diakui oleh negara dan berhak mendapatkan hak-haknya sebagai warga negara Indonesia.
Bagian perikop bacaan kita saat ini menjelaskan tentang Sang Firman yang telah menjadi manusia. Penulis Injil Yohanes menyebutkan bahwa Sang Firman telah datang ke dunia dan tinggal di antara umat manusia. (Ay. 14). Setiap orang yang percaya dan menerima-Nya diberikan hak menjadi anak-anak Allah (Ay. 12). Kesaksian Yohanes ini menunjuk pada diri Tuhan Yesus. Dialah Sang Firman yang menjadi manusia. Di dalam diri-Nya, Allah berkenan menjelma menjadi manusia, demi menebus dosa umat-Nya. Allah yang menyatakan diri dalam Tuhan Yesus, datang ke dunia menggenapi nubuatan para nabi akan datangnya Mesias. Yohanes menyebutkan kasih karunia dan kebenaran ada di dalam Tuhan Yesus (Ay. 17). Inilah karya kasih Allah yang nyata bagi umat-Nya, bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya dijadikan anak-anak-Nya.
Kita adalah anak-anak Allah. Oleh iman di dalam Tuhan Yesus Kristus, kita berhak disebut sebagai anak-anak Allah. Ini adalah anugerah yang besar dalam hidup kita. Maka seperti orang tua yang menurunkan gen-nya kepada si anak, seperti perawakan badan, wajah, sikap, dan watak, kita juga mewarisi gen dari Allah, yaitu kasih, benar, dan kudus. Hari ini, kita masih ada di awal tahun 2026, mari kita mengawali tahun baru ini dengan tekad untuk menjadi anak-anak Allah yang hidup dalam kasih, kebenaran, dan kekudusan. Karakter Tuhan Allah inilah yang harus kita nyatakan dalam hidup kita sebagai anak-anak-Nya. Kiranya harapan untuk menjadi pribadi yang hidup penuh kasih, benar, dan kudus senantiasa kita nyatakan dalam laku hidup kita. Mari menjalani hidup di tahun baru ini dengan keyakinan bahwa Tuhan Yesus selalu ada berserta kita dalam setiap langkah juang kita. Jadilah anak-anak Allah yang selalu membawa kebaikan bagi semua orang! Amin. [AR].
“Setiap orang yang percaya dan menerima Tuhan Yesus diberikan hak menjadi anak-anak Allah.”