Bacaan: Mazmur 31 : 1 – 4, 15 – 16 | Pujian: KJ. 405
Nats: “Nasibku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh yang mengejar aku!” (Ayat 16)
Sebagai manusia, ada saat dimana kita merasa hampa. Segalanya berjalan seperti biasa, namun di dalam hati ada ruang kosong yang tak terisi. Kita dikelilingi oleh suara, aktivitas, bahkan cinta dari orang-orang terdekat, namun ada rasa sepi yang tak terjelaskan. Ini disebut sebagai ketiadaan, kondisi psikologis dan spiritual di mana kekosongan dirasakan secara mendalam. Ketiadaan dalam diri manusia bisa berwujud ketiadaan makna (untuk apa aku melakukan semuanya ini?), ketiadaan kendali yang mutlak, dan ketiadaan kehadiran yang akhirnya menjadi kehilangan. Ketika manusia berhadapan dengan ketiadaan ini, bacaan kita dalam Mazmur 31:16 menjadi dasar yang kuat.
Mazmur 31 digolongkan sebagai Mazmur ratapan individu. Artinya, Mazmur ini adalah doa dan seruan seseorang yang sedang berada dalam penderitaan dan bahaya besar. Pemazmur, yakni Daud sedang mengalami penderitaan yang luar biasa. Bukan hanya tentang penderitaan secara mental yang memengaruhi kondisi jasmaninya (Ay. 10, 11), tetapi juga tentang penderitaan sosial yang dialaminya (Ay. 12, 14). Kondisi ketiadaan yang dialami Daud sama seperti kondisi para murid Yesus saat itu. Semua harapan dan masa depan tampak hilang. Yesus, Sang Guru telah mati di kayu salib dan para murid merasakan ketiadaan harapan yang luar biasa, dunia terasa sunyi, Allah seolah-olah diam, berjeda dalam menyatakan kuasa-Nya.
Di tengah ratapan yang sangat getir itulah, Daud mengakui akan kedaulatan Allah. Ia percaya bahwa bukan ketiadaan yang akan mengambil hidupnya tetapi Tuhanlah yang berkuasa memegang masa hidupnya. Daud meyakini bahwa Tuhan yang memegang kendali atas hidupnya memiliki kuasa untuk melepaskan dan menyelamatkannya. Dalam hidup, saat kita menghadapi kekosongan dan ketiadaan di mana kita merasa seperti dunia terus menghakimi dan Tuhan seperti bersembunyi. Penghayatan Sabtu Sunyi mengajak kita percaya bahwa dalam diam pun kuasa Tuhan bekerja memulihkan dan memegang kendali atas hidup kita. Amin. [garlic].
“Tanganmu mungkin kosong, tetapi masa hidupmu ada di genggaman-Nya.”