Bacaan: Yehezkiel 13 : 1 – 16 | Pujian: KJ. 400
Nats: “Sebab itu, beginilah firman Tuhan ALLAH, karena kamu menyampaikan kata-kata dusta dan melihat hal-hal bohong, maka Aku akan menjadi lawanmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH.” (Ayat 8)
Setiap hari, ketika kita melihat televisi, banyak ditayangkan iklan-iklan obat herbal, dimana pada bagian akhir iklan itu sering diakhiri dengan kata “Awas Barang Palsu.”
Bacaan kita hari ini berkisah tentang kemarahan Tuhan Allah kepada nabi-nabi palsu di Israel. Nabi Yehezkiel diutus Tuhan Allah untuk memberi peringatan kepada mereka. Para nabi palsu itu menyampaikan pesan yang bukan dari Allah, melainkan pesan dusta yang dipergunakan untuk mendapatkan popularitas. Mereka menyampaikan pesan yang menyatakan apa saja yang membuat bangsa Israel bahagia. Mereka tidak peduli dengan kebenaran seperti yang disampaikan oleh Nabi Yehezkiel. Mereka memperdaya orang untuk menawarkan rasa aman palsu yang membuat pekerjaan Nabi Yehezkiel semakin sulit. Mereka dengan para pengikutnya membuat senang bangsa Israel dan menyetujui berbagai tindakan dosa.
Renungan kita hari ini mengajak agar kita waspada terhadap orang-orang yang mengubah kebenaran untuk dirinya demi mendapatkan keuntungan pribadi seperti nama baik. Seperti nabi-nabi palsu, mereka berbohong demi popularitas. Apalagi pada saat ini mudah sekali orang menyebar berita bohong (hoax) dalam hitungan menit melalui berbagai media sosial mereka. Maka berhati-hatilah terhadap mereka! “Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang.” (2 Kor. 11:14).
Hidup dalam dunia sekarang ini banyak godaan, banyak masalah. Tidak seorangpun yang bisa luput dari masalah. Masalah yang satu belum tuntas, masalah yang lain datang lagi. Saat ini kita diingatkan agar kita tetap setia pada kebenaran Firman Tuhan, sebagaimana Yehezkiel tetap teguh dan setia kepada Tuhan di tengah ajaran nabi-nabi palsu. Mari kita mengingat Firman Tuhan, “Hendaklah engkau setia sampai mati, maka Aku akan memberikan kepadamu mahkota kehidupan.” (Wahyu 2:10c). Jika kita setia memegang janji Allah, maka Tuhan Yesus mampu merenda air mata jadi permata. Amin. [SHP].
“Jadikanlah Tuhan Yesus sandaran hidupmu!”