Jarak Pandang Renungan Harian 28 Mei 2019

28 May 2019

Bacaan : Wahyu 21 : 15 – 21 | Pujian : KJ 87
Nats : “Tembok itu terbuat dari permata yaspis; dan kota itu sendiri dari emas tulen, bagaikan kaca murni.” [ayat 18]

Selasa, 18 September 2018, sejumlah penerbangan yang seharusnya mendarat di Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, harus dialihkan. Jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap kebakaran hutan menjadi penyebabnya. Jarak pandang memang menjadi salah satu syarat teknis pendaratan pesawat di landasan. Jika jarak pandang tidak ideal, pendaratan harus dialihkan ke tempat lain untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Gangguan jarak pandang bukan hanya terjadi dalam hal pendaratan pesawat. Manusia juga sering kali mengalami keterbatasan jarak pandang ketika memahami rencana dan kehendak Tuhan. Persepsi atau pemikiran yang keliru sering menjadi kabut asap yang menggangu pandangan kita dalam memahami kasih Tuhan, sehingga keyakinan kita sering kali beralih pada hal-hal di luar Tuhan. Salah satu contohnya adalah jika kita membahas tentang akhir jaman. Hari akhir masih banyak dipersepsikan sebagai murka Tuhan yang mengerikan di mana bumi akan dihancurkan. Maka untuk menyelamatkan diri yang harus dilakukan adalah membangun tempat perlindungan jauh di bawah tanah atau membuat pesawat yang mampu membawa manusia terbang ke luar angkasa.

Bacaan kita pada hari ini sebenarnya menyingkapkan bahwa akhir jaman bukanlah sekedar penghancuran, namun sebaliknya Tuhan mempersiapkan umatNya untuk sesuatu yang sangat mulia. Sebuah kota baru yang penuh kemuliaan digambarkan sebagai tempat perjumpaan Tuhan dengan umatNya. Tentu masa itu adalah masa yang justru menyukacitakan, karena pada saat itulah Allah secara konkrit berdiam bersama dengan kita. Karena Allah sendiri bersedia berdiam dan berkemah bersama dengan kita di dunia, maka sikap yang tepat bukanlah bersembunyi atau melarikan diri dari dunia, tetapi marilah menjernihkan pandangan dan semangat untuk mempersiapkan kedatangan-Nya, dengan cara turut merawat kehidupan dan bumi tempat kita tinggal, tempat kita bekerja, tempat kita diutus untuk menjadi saksi-saksiNya. [TWP]

“Hari akhir adalah satu-satunya harapan yang bersinar di dunia yang gelap” (Billy Graham)

Renungan Harian

Renungan Harian Anak