Bacaan: Matius 2 : 13 – 23 | Pujian: KJ. 107
Nats: “… tampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi di Mesir, katanya, ‘Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu, sudah mati.” (Ayat 19-20)
Natal dikenal sebagai momentum kebahagiaan dan kemeriahan. Namun siapa sangka teks yang kita baca hari ini menampilkan kisah ketegangan dan ancaman. Setelah kelahiran Yesus, Raja Herodes yang penuh dengan kejahatan merancang rencana kekejian untuk membunuh semua anak laki-laki di Betlehem. Di tengah perayaan sukacita kelahiran Sang Mesias, namun justru kematian hendak menguasai. Dalam kisah ini kita dapat melihat suatu karya besar bahwa Allah melindungi kehidupan. Melalui ketaatan Yusuf terhadap perintah Allah, kehidupan Yesus dan karya keselamatan Allah tetap terus berlanjut.
Dari cerita bacaan kita saat ini, kita dapat menemukan pesan:
Pertama, Kematian dibalik kelahiran. Herodes merupakan gambaran dunia yang takut kehilangan kekuasaan. Karena ketakutannya, ia merancang pembunuhan. Inilah budaya kematian: mengontrol kehidupan di bawah kuasa. Kasih dan cinta terkubur akibat dari keserakahan. Kita tersadar hingga kini, kita pun ikut terlibat menyuburkan budaya kematian dalam ketidakpedulian, kekerasan verbal, mengumbar kebencian di media sosial, dll. Mari, melalui kesadaran hari ini, kita terpanggil untuk menjadi pemutus rantai tersebut.
Kedua, Ketaatan menyelamatkan. Buah dari keberhasilan tak lain adalah ketaatan. Yusuf seorang yang menunjukkan ketaatan luar biasa. Ia tidak mempertanyakan alasan pada setiap perintah Allah, namun ia dengan cepat dan tanggap bertindak demi menyelamatkan Sang Mesias. Sikap Yusuf adalah peringatan besar bagi kita, yang kerap kali membutuhkan alasan dan bukti dalam melakukan sesuatu. Yusuf membawa teladan kepada kita untuk taat dalam memilih jalan hidup yang dikehendaki oleh Tuhan. Hari ini, mari kita berjanji untuk menaati-Nya.
Ketiga, Nubuat yang tergenapi di tengah kekacauan. Dalam Injil Matius, penulis juga hendak menunjukkan bahwa segala peristiwa ini adalah bagian dari rencana Allah. Dibalik kekacauan dan kematian, peristiwa yang menakutkan, Allah tetap bekerja untuk menghadirkan dan melangsungkan kehidupan serta pengharapan. Termasuk dalam penggenapan janji Allah akan kehadiran Juruselamat. Peristiwa Natal mengingatkan kita bahwa janji terang akan selalu menang atas kegelapan dan kehidupan akan selalu hadir di tengah dunia yang penuh dengan ancaman kematian. Tangan Tuhan akan selalu menolong umat-Nya di tengah ketegangan. Natal hadir dalam kehangatan bagi setiap kita. Amin. [SWS].
“Karya Allah terus menghidupkan.”