Tuhan Tidak Ingin Kehilangan Pancaran Air Hidup 28 Desember 2022

28 December 2022

Bacaan: Matius 18 : 1 – 14 | Pujian: KJ. 9
Nats:Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.” (Ayat 6)

Kita tidak tahu bagamana cara menggambarkan perasaan Tuhan kepada umat-Nya. Ada beberapa gambaran relasi antara Yesus dengan manusia seperti seperti guru dengan murid, tabib dengan pasien, gembala dengan kawanan dombanya, dll. Tetapi Tuhan Yesus mengkhususkan relasi manusia dengan Allah, Ia menggambarkannya seperti anak dan orang tua. Hal itu terlihat jelas dalam Matius 6, saat Tuhan Yesus mengajar para murid berdoa, kepada Allah, Yesus menggunakan penyebutan Bapa. Tentunya orang tua selalu berharap yang terbaik bagi anak – anakNya. Jika Allah memposisikan diri-Nya sebagai orang tua, maka tidak salah jika Dia memberikan pembelaan yang sangat luar biasa untuk anak – anak-Nya, supaya semua anak yang Ia kasihi mendapatkan bagian keselamatan dalam kerajaan sorga.

Bagian perikop yang menjadi bacaan hari ini menunjukkan betapa Tuhan sangat mengasihi anak-anak-Nya dan sangat membenci siapapun dan apapun yang berpotensi menyesatkan anak -anak-Nya. Oleh karena itu, kita tidak perlu kuwatir dengan segala peristiwa hidup yang kita alami. Sadar ataupun tidak memang dalam hidup ini banyak sekali potensi yang dapat membawa kita jauh dan menjauhi dari Bapa, baik itu potensi dari dalam maupun dari luar diri.

Mengetahui bahwa Tuhan sangat sayang kepada kita, itu adalah hal yang luar biasa. Namun bukan berarti kita ini boleh sembarangan dan ceroboh dalam menjalani hidup. Kecerobohan adalah salah satu potensi yang dapat membuat kita tersesat. Pada ayat 8 dan 9 dijelaskan kita harus mematikan potensi penyesat yang ada dalam diri kita, yaitu potensi yang melemahkan kita untuk dapat bertahan dalam keluarga sorga. Yang dari luar, di luar kendali kita, biarkan saja itu sebab sama sekali hal itu tidak akan berpengaruh jika kita memperkuat benteng dalam diri kita! Ya … Hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah memperkuat diri dan iman, patuh, dan taat kepada Bapa, supaya dari dalam diri kita terbangun benteng yang mampu menahan si penyesat. Ingat telah tersedia bagi kita bagian keselamatan dalam sorga. Jangan sia – siakan itu! Amin. [ndrung].

“Oleh karena itu jika kita mau Tuhan akan menjadikan kita mampu.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak