Beriman dalam Ketidakpastian Renungan Harian 28 April 2019

28 April 2019

Bacaan : Yohanes 20 : 19 – 31 | Pujian : KJ 417
Nats : “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya. “ [ayat 29]

Berapa tahun Thomas bersama-sama dengan Yesus? Mungkin sekitar tiga tahun. Dan kita bisa membayangkan ketika seorang murid mengikuti gurunya selama tiga tahun, hidup bersamanya secara intens sepanjang hari dalam kurun waktu tersebut, dia pasti mengenalNya dengan dekat. Dan bukan hanya Sang Guru, Thomas hidup bersama dengan para murid Yesus yang lain, Thomas pasti sudah sungguh-sungguh mengenal mereka. Tapi Thomas tetap tak habis percaya ketika para karibnya menyatakan bahwa Sang Guru telah bangkit. Tentu, tidak ada yang keliru dalam keraguan Thomas, setiap orang bisa saja meragu pada sesuatu yang tidak pasti. Namun bukankah selama ini Thomas mengenal Sang Guru dan kawan-kawannya? Apakah itu tidak berarti?

Di sinilah agaknya mengapa Yesus mengatakan berbahagia mereka yang tidak melihat namun percaya. Kita tidak perlu dikirimi foto aktivitas suami atau istri kita sepanjang hari, sekadar untuk membuktikan bahwa dia tidak berselingkuh. Dalam pengenalan yang sungguh-sungguh, bukti tidak lagi mutlak dibutuhkan. Justru dalam ketidakpastianlah iman sungguh-sungguh hadir dan dikuatkan, seperti ketika suami kita mengatakan, “Ibu tenang, nanti aku carikan uang SPPnya” ketika sudah waktunya anak membayar SPP tetapi uangnya belum ada. Memang uangnya belum di depan mata, tapi kita percaya. Karena kita mengenal.
Bukankah kita juga mengenal Tuhan selama ini – sekalipun tentu banyak misteri Tuhan yang belum kita mengerti. Kita tahu selama ini bagaimana Tuhan menolong hidup kita, mencukupkan kebutuhan setiap hari kita, berkatNya sungguh nyata. Lalu mengapa masih harus meragu? Iman tidak hadir ketika semua serba pasti, Anda tidak perlu iman untuk menyelesaikan 2+2, karena itu sudah pasti. Iman justru hadir dan dikuatkan dalam ketidakpastian: ketika Anda menantikan diberikan buah hati padahal sudah sekian lama berkeluarga; ketika tidak memiliki uang untuk membayar utang padahal pekerjaan suami atau istri sedang susah; ketika kita sakit dan tidak sembuh-sembuh. Kita tidak tahu nanti akan menjadi seperti apa, mungkin sedikit banyak kita masih khawatir, tetapi pengenalan membuat kita tetap yakin dan terus berjalan bersama Tuhan, bahkan, dan justru, dalam ketidakpastian. [gid]

“Iman mengubah ‘mungkin’ menjadi ‘semoga’ ”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak